Mengapa Indonesia “Ditakuti” Negara Lain

2832
Mengapa Indonesia “Ditakuti” Negara Lain

BISNIS BANDUNG— Diam-diam Indonesia menjadi bangsa atau negara yang “ditakuti” dunia, paling tidak oleh 59 negara di dunia. Ini sisi lain dari berita yang berseliweran di media sosial dua hari belakangan ini yang terus memantau laju penularan Covid-19.

Seorang warga Kota Bandung Bandung, Dindin (51)  kepada Bisnis Bandung menyebut bahwa negara kuat dan disegani tentu menjadi cita-cita seluruh negara.  Sebab dengan kekuatan tersebut, negara bisa memberi pengaruh pada ketertiban dunia atau setidaknya ditakuti oleh negara lain.

Cukup banyak contoh negara maju, bahkan negara berkembang yang disegani karena pengaruhnya. Baik lantaran kekuatan militernya maupun kondisi ekonominya yang tangguh dan maju.

Kini, Indonesia pun turut  menjadi negara yang “ditakuti”. Akan tetapi mirisnya Indonesia ditakuti bukan karena kekuatan militer atau keperkasaan diplomasi, melainkan karena wabah corona yang terus meningkat.

Setidaknya ada 59 negara yang takut dengan Indonesia. Mereka telah mengunci atau me-lockdown warga negara Indonesia yang hendak bepergian ke wilayah mereka.

Angka ini masih berpotensi bertambah mengingat kasus corona di tanah air terus merangkak naik. Angkanya  hampir mendekati  200 ribu kasus.

“Semoga saja besok atau lusa kenaikan kasus positifnya tidak tinggi lagi, melainkan menurun drastis,”  tutur Eva (39) warga Pagarsih Kota Bandung, Selasa (8/9/2020) penuh harap.

Bahkan, banyak pihak yang mempertanyakan mengapa pemerintah justru fokus pada penanganan dampak corona secara ekonomi. Mulai dari memberikan subsidi tiket pesawat, penerbitan Perppu 1/2020 yang kini jadi UU 2/2020, hingga mewacanakan pembentukan Dewan Moneter dalam RUU Bank Indonesia.

Hikmahnya tentu saja ada, semestinya Indonesia bisa memanfaatkan “boikot” bepergian ke 59 negara untuk menata diri. Khususnya untuk menggenjot komoditas substitusi impor. Petani harus digerakkan, tentu dengan kebijakan yang pro petani, untuk lebih giat dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri.(B-002)***