Menkop Apresiasi Kemitraan Shopee dan BUMDes Jabar

16
Menkop Apresiasi Kemitraan Shopee dan BUMDes Jabar

BISNIS BANDUNG—Pemprov Jawa Barat   dan  Shopee Indonesia  menjalin kerja sama  dalam memajukan  ekonomi  digital   Tanah Air serta keberlangsungan bisnis  usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)  Jabar.  Kolaborasi  tersebut   dinilai strategis  lantaran  UMKM  berperan sangat penting   terhadap  pemulihan ekonomi   yakni sebesar  60 persen atas produk   domestik  bruto nasional  di era pandami   Covid-19.

Kerjasama  antara Pemerintah Provinsi  Jabar dan Shopee Indonesia  ditandai dengan penanda tanganan  oleh  Gubernur  Ridwan Kamil  dan Direktur Shopee Indonesia,  Christin Juarto di Gedung Pakuan  Bandung,  Rabu  (2 Juni  2021).

Melalui  kolaborasi strategis tersebut, menurut  Christin,   pihaknya  berkomitmen  untuk menyukseskan  program  “Shopee  Center- UMKM Jabar  Go Digital.”    Shopee center  merupakan  digital  corner  yang didirikan Pemprov   Jabar   dan  Shopee  dalam rangka  memajukan   program digitalisasi   aktivitas keekonomian, khususnya    Badan Usaha  Milikl Desa (BUMDes)  di   Jawa Barat  dengan Shopee  Center   Bandung    sebagai  pusat  edukasi   UMKM.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  mengungkapkan  sebanyak 5.000 desa disiapkan  yang  dilengkapi ruangan digital. Dengan demikin, revolusi digital di Jawa Barat  dengan ketersediaan  infrastrukturnya menunjukkan kesungguhan,  tidak setengah-tengah. Namun  melalui revoluasi yang sangat cepat.

Dia  mengatakan, kehadiran infrastruktur digital di desa  bakal mendorong roda perekonomian  menjadi  berkembang yang diharapkan  produk UMKM  tersebut  bisa mengekspor  produknya ke mancanegara.

Emil sapaan akrabnya  memuji  platform  belanja online  yang dilakukan Shopee telah menunjukkan komitmennya  berpihak  kepada UMKM lokal  dengan membatasi  akses produk impor.  Seperti hijab, bawahan muslim wanita, dress muslim, atasan muslim pria,  mukena, pakaian muslim anak, aksesoris muslim, perakatan shalat,  kebaya dan lain-lain.

Tak hanya itu, ia pun menjelaskan, ke depannya Shopee akan membuat sekolah ekspor UMKM, sehingga  dalam pelatihan tersebut, pelaku UMKM  bisa diajarkan bagaiamana  tata cara  dan teknik  dalam perdagangan  ekspor.

Sementara itu,  Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi kemitraan marketplace online Shopee dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Jawa Barat. Program digitalisasi para pelaku UMKM dapat berkontribusi meningkatkan ekonomi desa.

Menurut Teten, dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi digital terjadi sangat masif dan berimbas ke seluruh sektor, termasuk UMKM.

“Kita melihat sejumlah terobosan dilakukan salah satu perusahaan berbasis digital yang dapat menunjang performa UMKM tersebut adalah para penyelenggara lokapasar digital. Salah satunya Shopee,” kata Teten dalam pada acara Peresmian Shopee Center-UMKM Jabar Go Digital, secara virtual, Rabu (2/6/21).

Ia mengacu pada hasil survei World Bank 2021 yang menunjukkan bahwa sebanyak 48,5% responden bermatapencaharian wiraswasta dan 74,1% mengandalkan e-commerce sebagai pendapatan utama.

“Kita perlu terus dorong reseller untuk mendukung UMKM produsen dalam pemasaran digital, sembari diperbanyak UMKM produsen,” katanya.

Ia menyebutkan  secara simultan,  Komenkop juga tengah memperkuat  UMKM go digital  dengan dua pendekatan. Pertama, peningkatan kapasitas usaha melalui  penguatan database, peningkatan  kualitas SDM, pengembangan kawasan/klaster terpadu UMKM. Kedua, perluasan  pasar digital  melalui kampanye BBI, on boarding platform  pengadaan barang dan jasa (LKPP, paDI), Live Shopping dan sistem informasi  ekspor UMKM. (B-002)***