“Minum Kopi di Tepi Kolam” Imajinasi di Masa pandemi

19
“Minum Kopi di Tepi Kolam” Imajinasi di Masa pandemi

BISNIS BANDUNG– Era pandemi tidak menyurutkan kreativitas pelaku seni dalam menghasilkan karya. Tak pelak lagi sejumlah hasil cipta, rasa dan karsa bertemakan atau mengusung tema Covid 19 pun bermunculan.

Karya seni berupa lagu, patung, lukisan dan yang lainnya, lahir di masa pandemi ini. Salah satu hasil karya seni yang cukup apik dan berusaha menyajikan pesan secara tersurat dan tersirat adalah hasil lukisan S. Edos atau Eman Suherman (Edos).

Pelukis yang lahir di Sumedang,  16 Oktober 1968 silam ini, menghasilkan karya lukis dengan judul “Minum Kopi di Tepi Kolam.” Goresan tangan Edos ini, menceritakan tentang sudut lain, potret kejadian dari sebuah peristiwa, dampak pandemi Covid 19, seperti yang menimpa kepada seluruh umat di dunia termasuk kepada dirinya sendiri.

Edos mengaku, selama pandemi Covid 19, ia  menghasilkan  tujuh lukisan, dan salah satunya “Minum Kopi Di Tepi Kolam.” Ini meupakan pengalaman pribadinya ketika semua orang tinggal di rumah masing – masing, merasa terpenjara, karena tidak dapat pergi dengan beraktivitas atau bebas kemana-mana dengan dalih PSBB.

“Dan saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk Minum Kopi di Tepi Kolam,” ungkapnya kepada Bisnis Bandung, Senin (11/01/2021) di Bandung.

Hasil karyanya tersebut diciptakannya di studio berAnda Edos, Jalan Raya Rancakendal Luhur, Sekepicung Atas RT 04/RW 05 Dago Resort – Dago Atas – Bandung. Untuk melukis karya tersebut, ia menggunakan media acrylik dan canvas dengan ukuran 19 kali 19 centimeter.

Warna dominan yang digunakan dalam lukisan bergaya realis tersebut yakni warna merah, putih dan hitam. Karyanya tersebut memakan waktu kurang lebih satu hari. “Saya sedang menggambarkan tentang suasana yang terjadi di negeri kita. Kini lukisan diikut sertakan di museum Momento Covid 19.”

Baca Juga :   Tidak Seharusnya Megawati Menggeneralisasi Aksi Anarkis Didi : Tidak Menuduh Generasi Milenial Hanya Bisa Berdemontrasi

 Edos  menggeluti dunia lukis sejak 1993 telah menghasilkan puluhan lukisan berencana akan melelang hasil lukisannya tersebut. “Kalau ada panitianya boleh saja, yang penting dapat berguna dan bermanfaat, baik untuk pribadi, keluarga dan masyarakat.

Sebagai pelukis/seniman ia berharap  pandemi Covid 19 lekas berlalu, ekonomi normal dan semua dapat melakukan aktivas untuk dapat berkarya kembali,  dan semua pada sehat bahagia lahir dan batin,” pungkasnya lirih. ( E-018)***