MUI Kota Bandung Imbau Kaum Muslimin Untuk Salat Idul Fitri Di Rumah

7

BISNIS BANDUNG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mengimbau  seluruh umat muslim untuk menjalankan salat Idul Fitri di rumah saja. Hal itu mengingat Covid-19 masih mewabah .

Ketua MUI Kota Bandung, Miftah Faridl mengajak kepada umat muslim untuk tetap berdisiplin mengikuti anjuran protokol kesehatan di zona merah. Hal ini sejalan dengan arahan melalui fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir Dan Salat Idul Fitri Saat Pandemi Covid-19.

“Khusus berkaitan dengan salat Idul Fitri kami mengimbau agar dilaksanakan di rumah masing-masing. Insyaallah pahalanya sama,” ucap Miftah di Kantor MUI Kota Bandung, Jalan Sadang Serang .yang dirilis Humas Pemkot Bandung, Jumat (15/5/2020).

Miftah kembali mengingatkan bahwa pelaksanaan salat Idulfiitri berjamaah di tempat terbuka berisiko tinggi terjadinya penularan Covid-19. Sehingga diharapkan tahun ini umat Islam di Kota Bandung bisa ikhlas dan bersabar untuk tetap melaksanakan Salat Idulfitri di rumah saja.

“Karena seperti kita ketahui bahwa penularan itu bisa datang dari seseorang yang tidak diduga. Kita harus menjaga untuk tidak berkerumun,” ujar Miftah

Miftah juga meminta kepada para ulama beserta jajaran aparat di tingkat kewilyahan memberikan penjelasan secara baik, apabila ada masyarakat yang bersikukuh ingin tetap menggelar salat idulfitri berjamaah di masjid atau lapangan.

“Andaikata ada yang ingin memaksakan, hendaklah berusaha maksimal mengontrol jemaah dan sesuai dengan aturan-aturan menjaga penularan. Jangan sampai kita menyesal karena ada saudara-saudara kita yang asalnya tidak terkena tapi kemudian positif karena penularan waktu Salat Id,” ungkapnya.

Miftah  menyerukan agar umat muslim turut memanfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi untuk memaksimalkna bersilaturahmi. Sehingga, masyarakat tetap bisa berkontribusi ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

 “Andaikata ada yang ingin memaksakan, hendaklah berusaha maksimal mengontrol jemaah dan sesuai dengan aturan-aturan menjaga penularan. Jangan sampai kita menyesal karena ada saudara-saudara kita yang asalnya tidak terkena tapi kemudian positif karena penularan waktu Salat Id,” ungkapnya. (B-003) ***