Nasi Lengko, Kuliner Khas Pantai Utara Jabar

578

Mencoba atau menyantap  kuliner di tempat yang kita datangi seakan sudah menjadi kewajiban bagi para pelancong.

Seolah ada yang kurang apabila kita tidak mencoba menikmati kuliner khas daerah yang kita kunjungi. Bila kita berkunjung ke wilayah pantai utara Jawa di  wilayah  Cirebon ada kuliner yang banyak dijajakan, yakni nasi lengko.

Kepopuleran nasi lengko   tidak kalah dengan nasi jamblang atau empal gentong yang juga kuliner Cirebon.Ketiga makanan tersebut merupakan penganan khas Cirebon yang sudah melegenda.

Nasi Lengko sesungguhnya secara sosiologis merupakan jenis makanan yang mengakar budaya dengan budaya Pantura (pantai utara Jawa Barat).

Makanan yang biasanya menjadi  santapan sarapan pagi, hingga hari ini masih menjadi makanan yang kerap dikonsumsi masyarakat. Selain cara penyajian yang sederhana, nasi lengko digemari karena sarat gizi.

Berbagai catatan yang dirangkum Mandalawngi , nasi lengko merupakan makanan khas masyarakat Pantai Utara (Cirebon, Indramayu, Brebes, Tegal dan sekitarnya). Makanan khas yang sederhana ini sarat akan protein dan serat serta rendah kalori karena bahan-bahan yang digunakan  100% non-hewani.

Terdiri dari , nasi putih (panas-panas lebih baik), tempe goreng, tahu goreng, mentimun (mentah segar diiris), tauge (direbus), daun kucai (dipotong kecil-kecil), bawang goreng, bumbu kacang (seperti bumbu rujak, pedas atau tidak, tergantung selera), dan kecap manis.

Umumnya kecap manis yang digunakan adalah kecap manis encer, bukan yang kental. Disiramkan ke atas semua bahan.

Penyajian nasi lengko cukup sederhana, tempe dan tahu goreng dipotong-potong kecil dan diletakkan di atas sepiring nasi.

Mentimun diiris, lalu ditaburkan pula di atas nasi putih, juga toge rebus, disiram bumbu kacang di atasnya, dan potongan daun kucai, lalu diberi kecap secukupnya sampai kecoklatan, ditaburi bawang goreng. Ditamabh kerupuk aci yang putih,  bundar atau kotak, menjadi kondimennya.

Sebagian orang suka melumuri kerupuknya dengan kecap, sebelum dimakan. Beberapa orang suka meminta nasi lengkonya diberi seujung sutil atau minyak  yang dipakai untuk menggoreng tempe dan tahu.

Untuk menambah selera makan, biasanya makanan ini disajikan dengan tambahan  5 sampai 10 tusuk sate kambing yang disajikan secara terpisah. Untuk menambah kenikmatannya sebaiknya nasi lengko disantap saat masih hangat.

Menurut sejarahnya, nasi lengko merupakan makanan  rakyat biasa. Berasal dari kata “langka” yang berarti jarang. Dalam bahasa Cirebon berarti tidak ada. Maksudnya, lauk-pauk yang digunakan tidak banyak.

Nasi lengko merupakan masakan hasil kreasi masyarakat Cirebon, sebagai siasat atas kondisi serba kekurangan . (E-001) ***