Nomor Khusus Kendaraan Anggota DPR.RI Menunjukkan Anggota Dewan Bersikap Eksklusif

3

BISNIS BANDUNG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR.RI) yang berjumlah 575 orang, kendaraannya  akan mendapat pelat nomor khusus. Pelat nomor ini diharapkan bisa jadi penanda sehingga publik mudah mengenali para wakilnya di perlemen, jika melakukan pelanggaran lalu lintas.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pelat nomor kendaraan khusus ini merupakan produk Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Dan kemudian  Sekretariat Jenderal DPR dan Kapolri mengeluarkan aturan untuk pelaksanaannya.

Dasco berdalih, dengan menggunakan pelat nomor khusus, kendaraan anggota DPR lebih mudah dikenal saat berada di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta atau di jalan maupun bila para wakil rakyat  melanggar peraturan lalu lintas.

“Banyak keluhan, mobil anggota DPR  melanggar rambu jalan, lampu merah, tapi itu tidak bisa dibuktikan apa betul. Tapi, kalau sudah pakai identitas dari institusi dan ada nomor anggotanya gampang dikenali, sehingga bisa ditindaklanjuti oleh MKD nanti diawasi publik,” kata Dasco, Jumat lalu.

Bersikap eksklusif

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai kebijakan tersebut tak tepat. Direktur Eksekutif Formappi I Made Leo Wiratma menilai langkah tersebut seolah menunjukkan anggota DPR bersikap eksklusif. Sebagai wakil rakyat, mestinya anggota DPR bersikap merakyat atau seperti orang-orang yang diwakilinya.

DPR memang pejabat negara, tetapi tidak harus eksklusif . Apalagi namanya wakil rakyat, seharusnya merakyat tidak harus pakai nomor eksklusif atau istimewa,” kata Leo , baru-baru ini.

Leo pun khawatir adanya pelat nomor khusus DPR malah disalahgunakan, seperti dimanfaatkan oleh anggota dewan untuk mendapatkan prioritas di jalan hingga terhindar dari pelanggaran hukum.

Leo meminta agar pemberian pelat nomor khusus untuk anggota DPR itu dibatalkan. Menurutnya, kebijakan itu tidak memiliki faedah sama sekali.

Kritik juga dilayangkan Indonesia Traffic Watch (ITW). Ketua Presidium ITW Edison Siahaan mengatakan pelat nomor khusus itu bisa saja dipalsukan atau ditiru mereka yang tidak berhak menggunakannya dengan tujuan bebas tilang atau sekedar gaya-gayaan.

Baca Juga :   Bangkitkan Bisnis Ritel Berbasis Online

“Kemungkinan akan banyak nomor pelat DPR palsu nantinya, hanya untuk supaya bisa bebas dari tilang,” kata Edison .Ia menilai pelat nomor kendaraan khusus anggota DPR dirasa aneh. Menurunya,  tidak seharusnya anggota DPR atau pihak yang bertugas mewakili rakyat malah ingin terlihat berbeda, khususnya saat mereka sedang berada di jalan raya.

Edison mengatakan,  tidak ada alasan mendesak di balik penerbitan pelat nomor khusus anggota DPR. Pelat khusus itu diduga hanya untuk  menghindar dari tindakan petugas saat melanggar aturan lalu lintas. Kebijakan tersebut juga menyulut komentar netizen di media sosial. Mereka menyatakan heran dengan pemberian pelat nomor khusus bagi anggota dewan yang dinilai sebagai hak istimewa. (B-003) ***