Nunung Bayar Kamar Cinta Rp 300.000 Untuk Empat Jam Pengungsi Merapi Disediakan Kamar  Kebutuhan Biologis Gratis

36973

BISNIS BANDUNG – Nunung , komedian anggota Srimulat,  walau berada rumah rehabilitasi tetap memenuhi kebutuhan biologisnya dengan suami  Untuk melakukannya, Nunung harus menyewa bilik cinta yang tersedia di tempat rehabiltasi. Tempat  Nunung bersama sang suami, Iyan Sambiran  menjalani rehabilitasi narkoba di RSKO Cibubur. Berbeda dengan Nunung dan Iyan , di daerah terdampak letusan Gunung Merapi , pihak BPBD untuk menjaga kenyamanan  para pengungsi agar terhindar dari kejenuhan dan stres menyediakan  sebuah kamar untuk kebutuhan biologis suami istri para pengungsi secara gratis.

Berbeda  dengan Nunung dan Iyan Sambiran terbukti mengonsumsi narkoba pada 19 Juli 2019 lalu, untuk kebutuhan biologisnya, ia harus sewa kamar yang tersedia khusus di rumah rehabilitasi bertarif Rp 300.000 untuk 4 jam .

Hal itu diceritakan Nunung lewat podcast di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Berawal dari Deddy yang penasaran bagaimana pasangan suami istri yang tengah direhabilitasi berhubungan seksual.

“Di tempat direhabilitasi kalau mau ketemu suami mau begini begono (berhubungan) ada tempatnya nggak?” tanya Deddy kepada Nunung.

Nunung lantas bercerita jika di sekitar tempat rehabilitasi disediakan sebuah kamar yang bisa disewa oleh pasangan suami istri.

“Ada, namanya HSI ( Hubungan Suami Istri), bayar Rp300.000. Bayar segitu untuk 4 jam,” tutur Nunung  menjelaskan tarif HSI di tempat rehabilitasi

“Kamar HSI cuma ada 1?” tanya Deddy.b“Ya cuma ada 1 di belakang. Jadi kita harus keluar dulu lewat belakang, jalan,” ujar Nunung.

Nunung  mendeskripsikan kamar tersebut, ya cuma kamar dikasih spring bed, ada kamar mandi, Nunung  menyebut jika kamar HSI seperti sebuah losmen.

“Ya losmen mas. Itu dikunci loh sama security. Kuncinya dibawa security, setelah kita berada di dalam.Kalau enggak dikunci kita bisa lari. Jadi kita dikawal ke sana. Nanti kalau udah 4 jam, security ketok ketok,” ungkap Nunung.

Baca Juga :   Traveling Solusi Tingkatkan Kedekatan Keluarga

Nunung  mengaku, empat kali ia menggunakan fasilitas HSI selama 9 bulan menjalani rehabilitasi.

“Ya selama direhab, aku 4 kali HSI sama suamiku , spreinya hijau terus,” tambah Nunung.

Bilik cinta di pengungsian

Hampir sama yakni dalam menyediakan “bilik cinta “ , namun berbeda tempat , pihak BNPD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) di daerah terdampak letusan Gunung Merapi harus menjaga kenyamanan posko bagi para pengungsi agar terhindar dari kejenuhan dan stres. Karena belum ada kepastian sampai kapan mereka akan tinggal di pengungsian.  Apa upaya yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, selain makanan. BPBD menyediakan  sebuah kamar untuk kebutuhan privasi.

Posko pengungsian di Desa Deyangan menyediakan “bilik asmara” atau “bilik cinta”. Pada dasarnya ruang privasi khusus yang disediakan BPBD ini, bukan hanya untuk urusan intim suami istri.  Ada yang diberi nama ‘bilik asmara’, ada yang namanya “bilik cinta”. Pada dasarnya itu untuk para pengungsi yang membutuhkan tempat privasi, kami sediakan di situ,” kata Kepala Pelaksana BPBD Magelang, Edy Susanto, Selasa (17/11/2020).

Edy Susanto menjelaskan, makna cinta dan asmara dari bilik ini sebaiknya diterjemahkan dalam arti positif. Sebab ruang khusus itu juga dapat digunakan bagi para ibu untuk menyusui atau melakukan kegiatan lain yang bersifat pribadi. Menurut Edy, inisiatif membuat “bilik asmara” muncul atas usul para pengungsi, usul itu kemudian diwujudkan oleh para penanggung jawab bilik. Belajar dari penanganan pengungsi Merapi pada erupsi tahun 2006 dan 2010. “Tapi tidak semua posko pengungsian dilengkapi fasilitas privasi ini. Tapi kalau memang mau, kami sediakan ruangan kalau memang pinginnya begitu,” ujar Edy.   Menurut Kepala Desa Deyangan Risyanto , di daerahnya tersedia 2 kamar “bilik asmara” ukuran 4×6 meter. Dia menyadari kebutuhan biologis para pengungsi harus tetap dipenuhi meskipun dalam situasi darurat. (B-003) ***

Baca Juga :   H. DADANG MULYANA, MSi Cara Berpakaian Jadi Cermin