Oksigen Molekular Tertangkap di Luar Galaksi Bima Sakti

17

SEJUMLAH astronom baru saja mengumumkan telah berhasil mendeteksi oksigen molekular di luar galaksi Bima Sakti. Menurut perhitungan, molekul itu diketahui berjarak sekitar setengah miliar tahun cahaya dari galaksi Bima Sakti.

Dikutip dari Slash Gear, Kamis (13/3/2020), temuan ini terbilang penting, sebab menjadi yang pertama ditemukan di luar Galaksi Bima Sakti. Oksigen sendiri dikenal sebagai elemen yang paling berlimpah di alam semesta, setelah hidrogen dan helium.

Adapun metode yang digunakan para astronom untuk menemukan oksigen ini menggunakan metode astronomi milimeter dengan memanfaatkan panjang gelombang radio yang dipancarkan sebuah molekul.

Tidak hanya itu, para astronom juga menggunakan spektroskopi untuk menganalisis spektrum dengan panjang gelombang yang diserap atau diterima molekul tertentu.

Meskipun oksigen merupakan elemen yang sangat berlimpah di alam semesta, para astronom sebenarnya cukup kesulitan melacaknya. Hal ini membuat ilmuwan kesulitan untuk mengetahui proses kimiawi oksigen di luar angkasa.

Untuk diketahui, galaksi tempat ditemukannya oksigen molekular ini bernama Markarian 231. Galaksi ini berjarak 561 juta tahun cahaya dan memiliki lubang hitam super besar di pusatnya.

Menurut para astronom, oksigen yang terdeteksi merupakan emisi dari interaksi keluarnya molekul yang didorong inti nukleus aktif dan molekul awan di cakram luar.

Sebagai informasi, para astronom juga sebelumnya pernah mendeteksi keberadaan oksigen yang berada jauh, tepatnya di Nebula Orion. Namun meski berada di luar tata surya Bumi, wilayah itu masih masuk galaksi Bima Sakti.

Dua galaksi bertabrakan

Sebelumnya, NASA merilis sebuah gambar menakjubkan yang memperlihatkan dua galaksi tengah bertabrakan satu sama lain.

Meski jadi gambar yang menakjubkan dan jadi bagian dari ilmu pengetahuan, foto tersebut sekaligus memperingatkan, bisa jadi galaksi tempat kita tinggal mengalami hal yang sama.

Mengutip laman Metro.co.uk, Selasa (15/10/2019) galaksi kita, Bimasakti, diramalkan bisa bertabrakan dengan galaksi Andromeda. Andromeda memang disebut-sebut sebagai monster yang kerap memakan sejumlah galaksi lainnya.

Kini, ahli astronomi telah merilis sejumlah foto yang menunjukkan “pembantaian” sejumlah galaksi. Antara lain adalah galaksi bernama NGC 7715 yang menabrak NGC 7714. Kejadian ini berlangsung pada jarak 150 tahun cahaya dari konstelasi Pisces.

“NGC 7714 telah diregangkan dan mengalami distorsi karena tabrakan yang terjadi baru-baru ini dengan galaksi tetangga,” tutur NASA.

Dalam laporan NASA, “tetangga yang lebih kecil, yakni NGC 7715 yang terletak di sebelah kiri, diperkirakan telah menabrak NGC 7715.”

Berdasarkan pengalaman, cincin emas yang digambarkan terdiri dari jutaan bintang seperti Matahari, namun berusia lebih tua.

Sementara itu, bagian pusat NGC 7714 yang begitu terang tampaknya mengalami ledakan dan membentuk bintang baru.

Rupanya, tabrakan antar dua galaksi ini terjadi 150 tahun lalu dan kemungkinan kondisi serupa akan terjadi untuk ratusan tahun berikutnya. Kemungkinan, hal inilah yang menyebabkan terjadinya sebuah galaksi baru.

Gambar ini juga memperlihatkan Messier Objects 32 dan 110, serta NGC 206 (awan bintang terang di Galaksi Andromeda) dan bintang Nu Andromedae. (Creative Commons)

Telah lama diketahui Andromeda akan menabrak galaksi Bimasakti di masa depan.

Para astronom baru-baru ini mendapatkan sejumlah detail mengenai “pembunuh galaksi di masa lalu.”

Menurut tim dari Australian National University, mereka telah menemukan aliran bintang besar yang menunjukkan Andromeda “menelan” beberapa galaksi yang lebih kecil, dalam beberapa miliar tahun terakhir.

Bahkan, mungkin Andromeda telah “menelan” sejumlah galaksi 10 miliar lalu, ketika pertama kali terbentuk.

Dr Dougal Mackey dari ANU Research School of Astronomy dan Astrophysics mengatakan, “Bimasakti berada di jalur tabrakan dengan Andromeda, sekitar empat miliar tahun lagi.”

Dengan begitu, para ilmuwan bisa mengetahui monster seperti apa yang mengancam Bimasakti.

“Andromeda memiliki stelar yang lebih besar dan kompleks ketimbang Bimasakti. Hal ini mengindikasikan, bisa terjadi kanibalisme terhadap banyak galaksi lainnya, bahkan yang lebih besar,” kata Mackey.

Mackey menyebutkan, dengan menelusuri sisa-sisa samar dari galaksi yang lebih kecil dengan gugusan bintang yang tertanam, ilmuwan bisa melihat kembali bagaimana Andromeda menarik galaksi-galaksi ini.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, para ilmuwan menyebutkan bahwa Bimasakti akan bertabrakan dengan Andromeda setidaknya 4,5 miliar tahun dari sekarang.

Para astronom menggunakan data dari satelit milik lembaga antariksa Eropa (ESA) untuk melacak Andromeda. (C-003/Isk)***