Oman Tiru China Blokir Clubhouse

64

BISNIS BANDUNG — Otoritas Oman memblokir aplikasi audio Clubhouse sejak Minggu (14/3). Oman menilai aplikasi itu tidak memenuhi izin yang berlaku.

Sejumlah aktivis menilai pemblokiran tidak terkait dengan aturan. Mereka melihat pemblokiran itu sebagai tindak lanjut perilaku Oman dalam membatasi kebebasan berekspresi warganya.

Melansir Reuters, pemerintah Oman belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai kebijakan itu. Namun, regulator telekomunikasi Oman menyampaikan bahwa Clubhouse belum memenuhi prosedur untuk beroperasi.

“Aplikasi komunikasi serupa harus mendapatkan izin dari otoritas,” kata Otoritas Pengaturan Telekomunikasi Oman.

Oman_blocks_Clubhouse sempat menjadi trending di media sosial di Oman pada Minggu (14/3). Banyak warga Oman membagikan tangkapan layar dari aplikasi yang menunjukkan ‘error message’ saat membuka aplikasi Clubhouse.

“Pemerintah Oman meniru pemerintah otoriter China sebagai panutan dan melarang Clubhouse yang telah digunakan oleh warga Oman sebagai ruang untuk mengekspresikan pendapat mereka secara bebas tanpa sensor pemerintah,” kata Asosiasi Hak Asasi Manusia Omani dalam sebuah pernyataan.

China diketahui telah memblokir Clubhouse pada Februari 2021.

Diberitakan The Verge, Clubhouse baru-baru ini mendapat pendanaan hingga mencapai US$1 miliar atau Rp14,4 triliun (kurs Rp14.420). Namun, muncul sejumlah kritik di tengah kesuksesan itu.

Sejumlah pihak menilai Clubhouse tidak alat moderasi yang kuat, yang menyebabkan beberapa retorika anti-Semit dan misinformasi Covid-19 menyebar di dalam aplikasi itu. (C-003/mik)***

Baca Juga :   Jaga Usia Pakai Pompa Bensin