Orang Dari Daratan Cina Melenggang Masuk Ke Indonesia Ditengah Kebingungan Warga Lokal Diputar Balik Dilarang Mudik

6
Orang Dari Daratan Cina Melenggang Masuk Ke Indonesia Ditengah Kebingungan Warga Lokal Diputar Balik Dilarang Mudik

BISNIS BANDUNG – Ditengah kebingungan masyarakat yang dilarang mudik pada liburan hari raya Idul Fitri karena pandemi Covid 19 masih mengancam, tapi puluhan orang Cina melenggang masuk ke Indonesia dengan modus sebagai pekerja proyek vital di Indonesia , ditengah warga Indonesia yang  dilarang mudik, dalam perjalanananya diputar balik kembali ke daerah asal. Namun orang Cina malah masuk beberapa kali pada minggu pertama Mei 2021.

Diperoleh keterangan , pada 4 Mei 20121 sekitar  pukul 15.00 WIB tercatat 85 warga Cina datang dengan pesawat sewaan milik China Southern Airlines. Dua hari kemudian ada 171 warga Cina, kembali  datang dengan pesawat Xiamen Air MF855, mendarat pukul 12.00 siang. Pada 8 Mei, menggunakan pesawat sewaan China Southern Airlines dengan nomor penerbangan CZ-387, sebanyak 157 warga Cina datang lagi. Menurut Direktur Jenderal Imigrasi Jhoni Ginting, Minggu (9/5/21), kedatangan mereka sesuai dengan Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020 tentang Visa dan Izin Tinggal dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru dan menjalankan protokol kesehatan (prokes) ketat.

 “Petugas Imigrasi tidak akan memberikan izin masuk jika para penumpang tidak lulus pemeriksaan kesehatan sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri yang telah ditentukan oleh Satgas Penanganan COVID-19,” ujar Jhony. Selain dua kelompok tersebut, 153 warga Cina juga telah tiba lebih dulu di Indonesia pada Januari 2021. Imigrasi mengklaim 150 di antaranya sudah punya izin tinggal terbatas dan izin tetap, sementara sisanya memegang status diplomatik.  Terkait kedatangan orang dari daratan Cina , anggota DPR nilai pemerintah tak sensitif izinkan WNA Cina masuk ke Indonesia  . Langkah pemerintah Indonesia menerima warga Cina dikecam anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKS Netty Prasetyarini. Menurutnya , masyarakat  bertanya-tanya, kenapa WN Cina dibiarkan masuk ke Indonesia padahal masyarakat dilarang mudik dan dilakukan banyak penyekatan. “Jangan sampai publik menilai pemerintah inkonsisten dalam kebijakan pengendalian COVID-19,”ungkap Netty dalam keterangan tertulis, Sabtu (08/05/21). “Pemerintah seharusnya peka. Masyarakat dilarang mudik, tapi WN Cina bisa masuk. Bagaimana masyarakat bisa menerima fakta ketidakadilan ini?” tambahnya.

Epidemiolog Indonesia di Griffith University Australia,  Dicky Budiman juga mengkritik langkah pemerintah menerima warga Cina. Ia mengingatkan bahwa kebijakan menerima warga asing berpotensi memicu kemunculan kasus baru. “Setiap negara itu tentu ada potensi masuknya warga negara asing berisiko sekali,” kata Dicky, Senin awal pekan ini. “Kalau WNA, situasinya sangat masih belum terkendali. Pembenarannya kecuali dia diplomat, pebisnis atau kerja sama bilateral. Tapi kalau penduduk, pekerja, atau apa pun menurut saya harus ditunda dulu,” tutur Dicky seraya mengingatkan bahwa Cina belum masuk dalam daftar negara yang dipercaya mampu menangani COVID-19.

 Cina dianggap belum transparan dalam penanganan pandemi meski sudah mencatatkan beberapa hasil positif. Dicky mendorong pemerintah memperketat pintu masuk WNA, lebih spesifik dengan hanya menerima pejabat atau pengusaha dengan izin khusus dan terbatas. Ia  meminta agar pembatasan juga berlaku bagi negara lain. “Terutama  untuk beberapa negara atau kawasan yang mengalami lonjakan akibat adanya varian-varian baru . Merespon banyak WNA yag datang ke Indonesia menggunakan pesawat sewaan ( Charter-an ) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akhirnya  meniadakan penerbangan sewaan
. “Sudah disetujui bahwa tidak ada lagi penerbangan charter selama masa peniadaan mudik. Kalau ada tenaga-tenaga kerja disarankan menunda perjalanan,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin. (B-003) ***