PAD Jabar Terus menurun

103

PENDAPATAN Aski Daerah (PAD) Provinsi Jawa barat memperlihatkan kecenderungan terus menurun. Penurunan itu terjadi sebelum masa pandemic Covid-19. Pada akhir 2019 tercatat PAD Jabar mencapai Rp 21, 42  T atau 102,33% dari target. Sedangkan pada triwulan IV tahun 2018 PAD Jabar tercatat 106,62% dari target.

Hal itu disampaikan Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat pada suratnya  yang diterima  BB.  Tahun 2020 sudah dapat diprediksi PAD Jabar akan jauh menurun akibat berbagai hambatan, khususnya Pandemi Covid-19. PAD Jabar secara keseluruhan sudah tampak menurun sejak awal tahun 2019. Keadaan itu diperparah dengan munculnya Covid-19. Angka penurunan PAD tahun 2020 kuartal I belum dirilis. Namun diperkirakan mencapai angka di bawah 100% terhadap target.

Penurunan itu bersumber pada bea balik nama kendaraan. Pasar mobil dan motor, baik baru maupun seken, selama Covid-19 menurun drastic. Diharapkan, PAD dari pajak kendaraan masih stabil karena jumlah mobil dan motor di Jabar masih menempati urutan terbesar setelah DKI Jakarta. Padahal selama ini, menurut Gaikindo,. Jabar memegang pangsa sampai 20,59%. Menguitip Laporan Perekonomian Jabar yang dirilis Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, PAD dari sektor pajak pada kuartal IV 2019 turun 6,67% dibanding akhir tahun 2018. Hal itu terutama disebabkan pertumbuhan pajak daerah dan PAD lainnya menurun. Sampai akhir tahun 2019 PAD dari  pajak daerah dan lainnya  sehingga hanya tinggal 8,11% (yoy) bahkan lain-lain PAD mengalami angka minus 11,45%.

Melihat penurunan yang cukup drastis itu, Pemda Jabar harus bekerja ekstra keras pasca-Covid-19. Pemulihan perekonomian Jabar membutuhkan akselerasi peningkatan PAD. Peluang itu masih cukup terbuka, dengan memompa produktivitas industri kecil menegah, perdagangan kecil, dan pertanian/perkebunan. Sedangkan kondisi  industri manufaktur, akibat  Covid-19, masih belum dapat diandalkan. Pemerinrah Pusat diharapkan mampu membuat terobosan-terobosan baru. Daerah sangat membutuhkan uluran tangan pusat. ***