Panwaslu Cimahi Tangkal Isu Sara

226

Menghadapi pilgub jabar tahun 2018, panitia pengawas pemilihan umum kota Cimahi mulai menggandeng tokoh masyarakat dan tokoh agama. Hal tersebut guna mengantisipasi penyimpangan saat memasuki masa kampanye, seperti kampanye di tempat ibadah, isu sara, black campaign, money politik, dan lainnya.

Selasa pagi, puluhan perwakilan tokoh masyarakat dan penanggung jawab tempat ibadah di kota Cimahi, mengikuti sosialisasi pengawasan partisifatif bagi penanggung jawab tempat ibadah se-kota Cimahi, dalam pemilihanan gubernur dan wakil gubernur Jabar 2018. Sosisalisi yang diselenggarakan panitia pengawas Pemilu kota Cimahi ini, untuk mengantisipasi dan mewaspadai penyimpangan-penyimpangan saat masa kampanye pemilihan gubernur Jawa Barat tahun 2018.

Ketua Panwaslu kota Cimahi, Yus Sutaryadi mengatakan, pihaknya merangkul tokoh masyarakat dan penanggung jawab tempat ibadah, untuk ikut ambil bagian mengawasi pilgub Jabar. Hal tersebut sebagai upaya antisipasi menghindari penyimpangan, terutama isu berbau sara saat masa kampanye pilgub Jabar.

Dengan merangkul perwakilan tokoh masyarakat dan penanggung jawab rumah ibadah, panwaslu berharap kerukunan antar umat beragama terjaga saat masa kampanye. Selain itu, rumah ibadah pun tidak dijadikan sarana berkampanye.

Algi Muhammad Gifari, BandungTV.