Pariwisata di Jabar Mulai Menggeliat

14
Pariwisata di Jabar Mulai Menggeliat

BISNIS BANDUNG– Sektor pariwisata di Jabar mulai menggeliat, bahkan semakin membaik di tengah pandemi Covid-19, dan diperkirakan akan lebih bagus di masa libur akhir tahun 2020.

“Pariwisata Jawa Barat sudah lebih pulih ya. Dengan monitoring booking-an atau okupansi kamar hotel dan penginapan di akhir tahun sudah pada penuh,” kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di hari kedua West Java Investment Summit (WJIS) 2020 di Hotel Savoy Homann Kota Bandung, Selasa (17/11/2020).

Ia menuturkan menjelang libur akhir tahun 2020 pihaknya berupaya terus menegakkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui gerakan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Dia mengatakan saat libur panjang akhir pekan pada Oktober 2020 memang terjadi peningkatan angka kasus Covid-19 di Jawa Barat, namun tidak setinggi peningkatan angka setelah libur panjang pada Agustus 2020.

“Jadi saat libur panjang kemarin ada kenaikan kasus, betul. Tapi dibandingkan dengan Agustus, turun. Jadi Agustus itu mungkin tinggi, yang kemarin agak tinggi begitu. Ya mudah-mudahan ini karena kita melakukan razia kepada wisatawan yang dicurigai Covid-19 kan, 15.000 yang dirapid test lalu terapkan disiplin,” katanya.

Menurut dia dari belasan ribu orang yang menjalani rapid test secara acak di berbagai tempat wisata tersebut, hanya 408 orang yang dinyatakan reaktif dan dari angka tersebut, hanya lima orang yang dinyatakan positif COVID-19, kemudian angka penambahan harian COVID-19 setelahnya tetap menurun.

Di tempat yang sama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Barat, Herawanto mengatakan upaya untuk membangkitkan optimisme terhadap peningkatan ekonomi telah membuahkan hasil.

Hal ini, kata Herawanto, ditorehkan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi Jabar dalam kuartal terakhir, walaupun masih minus.

Baca Juga :   Raperda Soal Ponografi Upaya Cegah Predator

“Jadi kebijakan PSBB yang diberlakukan secara PSBB mikro, jadi bukan yang besar, tapi mikro, yang kemudian target itu juga berdampak luar biasa positif termasuk terhadap tourism. Tourism kita catat akomodasi meningkat di kuartal ketiga, perdagangan juga ok,” katanya.(B-002)***