Pariwisata Jabar Buka atau Tutup?

171
Malah Minta Diperketat

PARA  penyelenggara usaha kepariwisataan Provinsi Jawa Barat sampai hari ini masih bertanya-tanya. Apakah semua daerah tujuan wisata di Jabar boleh buka atau tidak? Masalahnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, melalui Dirjen Kepariwisataan, memberi sinyal positif, kepariwisataan di Jabar boleh melakukan aktivitas. Tentu saja dengan syarat tetap taat protokol kesehatan.

      Berekaitan dengan pernyataan lisan itu, para penggiat kepariwisataan Jabar, mulai melakukan persiapan. Para pengusaha hotel dan ekonomi kreatif, semisal kerajinan dan kuliner, dengan antusias menyambut  hadirnya kembali industri hijau itu. Satu tahun penuh kepariwisataan Jabar tiarap. Pembatasan jumlah wisatawan memasuki berbagai obyek wisata, membuat para wisatawan enggan berwisata. Berbagai obyek wisata menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Para wisatawan harus dapat memperlihatkan surat hasil pemeriksaan Covid-19.  Banyak di antara para wisatawan lokal yang tidak memiliki surat negatif Covid-19. Mereka memilih berputar arah, kembali ke kampung halamannya.

     Di tengah persiapan menyambut datangnya para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, Gubernur Jabar menyatakan, Jabar masih tertutup. Ridwan Kamil menyebutkan, pandemi Covid 19 di Jabar masih tinggi. “Karena itu  semua kepala daerah di Jabar tidak mengendurkan kewaspadaan,” kata RK. “Karena itu saya sampaikan pada wali kota dan bupati yang mayoritas ekonominya dari pariwisata supaya hati-hati,” katanya di depan para wartawan di Bandung.

    Benar, Pemda Provinsi Jabar membolehkan berbagai kegiatan di 15 daerah yang masuk Zona Hijau, seperti kegiatan keagamaan. Akan tetapi hal itu tidak berlaku bagi sektor kepariwisataan.

Masalahnya, kepariwisataan dipastikan mengundang tamu dari luar daerah. Dikhawatirkan mereka dapat membawa dan menyebarkan wabah corona di Jabar. Gubernur Jabar masih memberi peluang bagi lalu lintas wisata di berbagai obyek wisata di Jabar. Namun hanya bagi wisatawan lokal saja. Wisatawan dari luar daerah, belum diizinkan berwisata di Jabar.

Baca Juga :   Industri Persuteraan Mati Suri Penjualan Produk Surut Hingga 75%

     Harapan para penggiat kepariwisataan Jabar harus kembali disimpan dalam-dalam. Mereka harus menunggu Covid-19 sirna dari Bumi Parahiyangan. Kapan? Tidak ada yang tahu. Mungkin penyebarannya akan berkurang manakala vaksinasi selesai. Itupun tidak menjadi jaminan 100 persen. Setidaknya protokol kesehatan masih harus dilakukan semua warga Jabar. Dalam waktu yang tidak dapat ditentukan, semua orang masih harus berwisata dengan menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

     Merepotkan benar Covid-19 itu. Tetapi, jauh lebih baik bermasker dibanding jadi korban pandemi . Asalkan tidak ada peraturan, orang masuk restoran tidak boleh buka masker. ***