Pariwisata Lokomotif Ekonomi Jawa Barat

373

BISNIS BANDUNG- Ikhtiar kepariwisataan di Jawa Barat menggelar International Surfing Exibition 2017 yang bertajuk Amazing Geopark Adventure Tourism (AGAT) di Pantai Cimaja berada dalam kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu, Sukabumi baru-baru ini merupakan salah satu even promosi potensi pariwisata.

Oleh karena itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, Ijah Hartini menyambut gembira dan mengapresiasi acara tersebut. Ini merupakan salah satu bentuk upaya mempromosikan potensi pariwisata di Jawa Barat yang diresmikan Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Wagub Jabar Deddy Mizwar.

Namun Ijah Hartini menyayangkan terdapat kelemahan dalam koordinasi acara tersebut yakni kurang gaungnya bagi masyarakat luas. Untuk itu, ke depannya even seperti ini mesti lebih optimal.

Terkait adanya rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus oleh Pemerintah Pusat dan Pemprov Jawa Barat menjadi salah satu dari enam kawasan ekonomi khusus, Ia berharap manfaat dari rencana tersebut dapat secara langsung dirasakan oleh masyarakat.
Menurutnya sektor pariwisata merupakan salah satu sektor alternatif yang da­pat dimanfaatkan ketika sebuah daerah memiliki permasalahan krisis ekonomi. Harus diakui sektor pariwisata ini sangatlah cocok sebagai lokomotif perekonomian di Jawa Barat yang memiliki kelengkapan potensi pariwisata.

Menteri Pariwisata Arief Yahya meyakini, Geopark Ciletuh-Palabuhanratu akan ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) yang akan diputuskan pada September 2018 mendatang.

Menpar beralasan, selain telah memiliki keragaman hayati (biodiversity), geologi (geodiversity) dan budaya (culturdiversity), Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang sudah ditetapkan menjadi geopark nasional ini juga telah memenuhi tiga unsur yang menjadi syarat destinasi wisata kelas dunia yaitu atraction, acces, dan tourism resource.

“Rumus destinasi kelas dunia adalah atraction, access dan tourism resource, saya lihat Geopark Ciletuh-Palabuhanratu sudah memiliki itu dan kita harapkan akan menjadi UGG,” kata Arief Yahya.

Saat ini pihaknya tengah merancang pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. “Sekarang master plan-nya sedang dikerjakan dan akhir 2017 selesai, anggarannya dari Kemenpar,” ujarnya.

Arief menuturkan, dari enam destinasi wisata unggulan yang tersebar di enam daerah di Jabar, Ia paling memfavoritkan Geopark Ciletuh Palabuhanratu menjadi destinasi kelas dunia nomor satu yang di­miliki Jawa Barat. Namun Menpar mengi­ngatkan kepala daerah di kawasan tersebut harus aktif dan memiliki komitmen tinggi dalam memajukan potensi wisata tersebut.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar yang turut mendampingi dalam pembukaan International Surfing Exibition yang diikuti oleh 13 negara ini menga -takan, predikat UGG yang akan disandang Geopark Ciletuh Palabuhanratu akan membawa geopark ini menjadi destinasi wisata berskala internasional.

“Beberapa waktu lalu tim asesor sudah menilai ke sini dan saya lihat mereka puas, mudah-mudahan tidak ada halangan September 2018 Geopark Nasional Ciletuh-Palabuhanratu ditetapkan menjadi UGG dan predikat ini yang akan membawa Ciletuh menjadi destinasi berskala internasional,” katanya.

Tiga unsur yang harus dipenuhi agar menjadi UGG, semua sudah ada di geopark ini. “Saya lihat sudah ada semua di sini, saya sudah keliling dari Ujung Genteng sampai Ciptagelar itu luar biasa, ini emperan surga,” ujarnya.

Amazing Geopark Adventure Tourism 2017 menampilkan 14 peselancar profesional internasional, di antaranya dari Amerika Serikat, Italia, Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, Maladewa, Maroko, Jepang, Singapura, Filipina, Thailand, dan Taiwan. Sedangkan peselancar peserta nasional berasal dari Bali, Banten, Bengkulu, Jakarta, Jatim, NTB, Sumbar, Sumut, Sumsel, Yogyakarta dan Jabar selaku tuan rumah.(B-002)***