Pasar otomotif Asia Tenggara Alami Penurunan

14

Pasar mobil di Asia Tengara tengah mengalami penurunan, baik di Indonesia, Thailand, Malaysia maupun Filipina. Keadaan  ini, menjadi pukulan bagi pembuat mobil asal Jepang.

Meskipun penjualan mengalami penurunan, banyak perusahaan mobil asal Negeri Matahari Terbit ini berusaha  merebut pangsa pasar dengan menghadirkan kendaraan listrik.

Nikkei Asian Review dalam gelaran Thailand International Motor Expo menyebut  kendaraan yang dapat menghemat uang pemilik kendaraan adalah salah satu cara untuk menembus kelesuan pasar.

Di Tokyo, Toyota meluncurkan sedan Yaris yang mengadopsi mesin dengan peningkatan efisiensi bahan bakar sekitar 15 %. Begitu juga dengan Honda yang meluncurkan City yang irit bahan bakar dengan harga terjangkau,  juga Nissan yang menghadirkan All New Almera.

Diperoleh keterangan, penjualan mobil di Thailand menurun  10 % pada September dan Oktober 2019 , dalam sepuluh bulan  , naik hanya satu persen . Sementara itu, penjualan setahun diprediksi akan menyusut untuk pertama kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Mazda Motor telah menurunkan target penjualan di Thailand untuk tahun ini menjadi 65.000 unit, dari 75.000 unit .

“Kami hanya menjual dua kendaraan pada bulan November,” tutur seorang pemilik dealer  mobil Jepang di  Bangkok.

Alasan utama  menurunnya pasar otomotif di Thailand, adalah baht (uang Thailand) yang melonjak terhadap dolar, telah menyentuh angka tertinggi selama enam tahun.

Selain itu, Cina juga mengalami perlambatan ekonomi karena perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Jadi, ekspor Thailand ke Cina turun enam persen hingga Oktober , dibanding tahun lalu.

“Segala sesuatunya akan sulit sampai pertengahan 2020,” kata Michinobu Sugata, presiden Toyota Motor Thailand.

Sedangkan di Indonesia, penjualan kendaraan  turun sekitar 12 % dari tahun sebelumnya, selama periode Januari sampai Oktober 2019.

Pasar ekspor menyusut antara 10 sampai 20% selama 10 bulan pertama tahun 2019.

Sementara di Malaysia dan Filipina, penjualan mobil stagnan untuk periode Januari-Oktober. Di antara enam negara utama di Asia Tenggara, termasuk Vietnam dan Singapura, penjualan mobil menyusut tiga persen. (E-002/BBS)***