Pedagang Buka Kota Bandung Mulai Ramai

683
Pedagang Buka Kota Bandung Mulai Ramai

BISNIS BANDUNG– Akhirnya Bandung yang belakangan ini lengang jauh dari keramaian, mulai menggeliat dengan banyaknya pedagang membuka usaha di tepi jalan raya sudut-sudut perkotaan.

Para pedagang makanan dan minuman yang kurang lebih tiga bulan lamanya menghentikan usahanya, mulai Selasa pagi (2/6/2020)  banyak yang membuka, sehingga banyak orang yang ke luar rumah dengan mengenakan masker. Banyak kunsumen yang menghampiri  para pedagang itu, setelah sekian lama mereka  banyak diam di rumahnya masing-masing.

Begitu situasi lalu lintas di jalan raya mulai marak, bahkan di beberapa tempat relatif padat. Banyak warga mengeluarkan kendaraannya baik mobil atau motor, setelah mengetahui pengemuman mulai awal Juni ada pelonggaran dari PSBB atau istilah formalnya adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Diketahui, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung telah membuka seluruh ruas jalan raya yang sebelumnya dilakukan penutupan atau penyekatan untuk meminimalisasi pergerakan masyarakat.

Kepala Satlantas Polrestabes Bandung, Kompol Bayu Catur Prabowo mengatakan pembukaan sekitar 30 titik jalan dilakukan pada Senin malam.

“Langkah sekarang, kita akan membuka ruas jalan yang sebelumnya kami lakukan penutupan, baik di Ring 1, mulai dari Jalan Diponegoro, Dago, Merdeka, Lembong, Tamblong, Asia Afrika, Braga, Otista, itu kita buka,” kata Bayu di Bandung.

Menurutnya pembukaan jalan tersebut merupakan penyesuaian dengan diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) secara proporsional di Kota Bandung. Sehingga dari aspek lalu lintas, pergerakan masyarakat  lebih dilonggarkan.

Meski dilonggarkan, ia tetap berharap masyarakat bisa semakin disiplin terhadap pembatasan sosial. Karena setiap saat bakal dilihat perkembangan situasi keramaian masyarakat.

“Kita coba menciptakan Bandung seperti sedia kala. Namun kita tetap lakukan pemantauan, sampai sejauh mana situasinya. Kita tetap melihat situasi, apakah kepatuhan warga ini bisa dilaksanakan, ataupun warga semakin tidak terkontrol,” katanya.(B-002)***