Pekerja Paruh Waktu yang Diisolasi Imbas Corona

18

PERUSAHAAN teknologi yang berbasis di Seattle, Amerika Serikat (AS), Amazon memberlakukan cuti sakit dibayar untuk seluruh karyawannya yang didiagnosis terjangkit virus corona. Aturan ini juga berlaku untuk pekerja paruh waktu di perusahaan tersebut yang harus menjalani karantina hingga dua minggu.

Dikutip dari The Wall Street Journal, Kamis (12/3), keputusan ini selain untuk mencegah penyebaran penyakit SARS-CoV-2, juga salah satu bentuk dukungan perusahaan bagi karyawan yang terkena dampak virus corona.

Pada pekan lalu, Amazon mengumumkan salah satu karyawannya yang berkantor di Seattle, dinyatakan positif terkena virus corona. Perusahaan tidak lepas tangan dan mendukung penuh karantina bagi karyawannya yang terjangkit SARS-CoV-2.

“Kami mendukung karyawan yang terkena untuk karantina. Karyawan itu berbasis di gedung kantor Amazon Brazil di Seattle, WA,” jelas perusahaan dilansir melalui CNBC, Rabu (4/3).

Kasus corona COVID-19 di negeri paman sam kini menembus angka 1.037 kasus dengan 31 kematian, pada Rabu (11/3). Pemerintah setempat telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

Dilansir dari berbagai sumber jumlah kasus corona di AS meningkat dua kali lipat sejak akhir pekan lalu.

Negara bagian AS yang terdampak virus corona, yaitu Washington, California dan New York yang kasusnya mencapai ratusan orang. Kasus corona di negara bagian Massachusetts juga hampir menyentuh angka 100.

Menyikapi korban yang diprediksi akan terus bertambah ini, Amazon akan mengucurkan dana bantuan guna membantu rekan bisnis dan pekerjanya yang terkena dampak corona. Kontribusi awal Amazon untuk dana tersebut sebesar US$25 juta atau sekitar Rp362 miliar. (C-003/mik)***