Pelabuhan Patimban Bisa Mendongkrak Perekomian Jabar

98

BISNIS BANDUNG – Keberadaan Pelabuhan Patimban diharapkan bisa mengangkat perekonomian di Jawa Barat. Di sini  soal tata ruang  sudah mengakomodir kawasan segitiga Rebana Cirebon, Subang dan Majalengka)  serta akses kereta dan jalan tol sudah dirancang.

“Mudah-mudahan proses ekspor dan Impor di pelabuhan patimban ini dapat meningkatkan perekonomian dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Jawa Barat” kata Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Hasbullah Rahmad, Rabu (12/2/2020)  di Bandung.

Hasbullah juga mendorong, agar Pelabuhan Patimban ini bisa menjadi pelabuhan yang ramah lingkungan karena terpisah dengan pelabuhan curah kering untuk suplai batubara.

“Nantinya ada pelabuhan curah basah dari pertamina untuk bahan bakar dan ada pelabuhan parkir serta peti kemas”ujarnya.

Selain itu Ia berharap, dengan beroperasinya Pelabuhan Patimbab nanti bisa menjadi percepatan pertumbuhan untuk tata ruang Jawa Barat mengembangkan kawasan Industri 2 di wilayah segitiga rebana.

Hasbullah meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat harus berperan, kedepan Pelabuhan Patimban dapat memanfaatkan hasil bumi masyarakat Jawa Barat.

“Semula (masyarakat) kesulitan diekspor sekarang akan lebih gampang karena pelabuhan ekspornya ada di Jawa Barat” katanya.

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat harus mengambil peran penting untuk melihat adanya perspektif bisnis. Untuk itu  harus  mulai intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk mengambil peran sektor bisnis yang bisa dilakukan di wilayah Pelabuhan Patimban.

Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang merupakan salah satu proyek infrastruktur prioritas yang ditargetkan rampung pada 2020. Proyek senilai Rp 43,2 triliun ini dibangun di lahan seluas 300 hektare dan konstruksinya dimulai pada 2018.

Pelabuhan Patimban pada tahap awal akan melayani 3,5 juta Teus (twenty feet equivalent unit). Selanjutnya, kapasitas Pelabuhan Patimban akan dinaikkan menjadi 5,5 juta Teus dan 7,5 juta Teus. Jadi Pelabuhan Patimban akan sama besarnya dengan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Hingga Juni 2019, progres konstruksi dermaga dan reklamasi mencapai 29,15%, pembangunan pemecah ombak dan tanggul laut mencapai 6,62%, sedangkan akses jalan ke kawasan tersebut sudah mencapai 33,97%. (B-002)***