Pembatasan Kendaraan Antisipasi Momen Nataru

10

BISNIS BANDUNG– Mengantisipasi  kepadatan lalu lintas yang berkepanjangan, maka sepanjang masa libur Natal 2019 dan Tahun Baru 2020  (Nataru)  diberlakukan pembatasan kendaraan baik  jalan nasional  maupun  jalan provinsi.

“Pembatasannya dilakukan, tiga kali yaitu pada 20-21 Desember 2019, 25 Desember 2019 dan 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2010,” kata Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari   pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (19/12/2019).

Hery menjelaskan, pembatasan kendaraan diberlakukan seiring dengan terbitnya Permenhub Nomor PM 72 Tahun 2019 tentang pengaturan lalu lintas operasional mobil barang selama masa angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Dalam Permenhub itu disebutkan bahwa pembatasan lalu lintas operasional mobil barang berupa larangan operasional terhadap mobil barang dengan sumbu tiga tiga atau lebih.

Mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang dengan kereta gandengan, dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir dan/ atau batu, bahan tambang atau bahan bangunan.

Pembatasan operasional kendaraan berat tersebut berlaku pada 20 Desember 2019 pukul 00.00 sampai dengan 21 Desember 2019 pukul 24.00.

Pembatasan dimulai  pukul 00.00 hingga 21 pukul 24.00. Berlaku di Jalan tol Jakarta – Bogor – Ciawi, Jalan Nasional Bandung – Nagreg – Tasikmalaya, Jalan tol Jakarta – Cikampek arah Cikampek, Jalan tol Cikampek – Padalarang – Cileunyi.

Sedangkan, untuk pembatasan kendaraan pada 25 Desember 2019 mulai pukul 00.00 sampai pukul 24.00 di Jalan tol Jakarta – Cikampek arah Jakarta.

Adapun untuk pembatasan pada 31 Desember pukul 00.00 WIB hingga 1 Januari pukul 24.00 WIB Jalan Tol Jakarta – Bogor – Ciawi, Jalan Nasional Sukabumi-Ciawi.

Namun demikian, kata Hery berdasarkan Permenhub tersebut juga dijelaskan bahwa pembatasan operasional bagi mobil barang tersebut, tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas.

Kemudian, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang. Selain itu, barang pokok terdiri ata beras, tepung terigu.

Untuk kendaraan barang yang mengangkut sebagaimana dimaksud harus dilengkapi dengan surat muatan yang diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut.

Pihaknya juga mengingatkan untuk pengusaha kendaraan berat untuk tidak melanggar pembatasan selama angkutan selama Natal dan tahun Baru(Nataru) tersebut.

Selain itu, Dishub Jawa Barat juga akan segera menentukan teknis pengawasan di lapangan dengan petugas kepolisian.(B-002)***