Pembuatan Truk Harus Ada SK Rancang Bangun

44

BISNIS BANDUNG – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersepakat untuk tidak menunda pembebasan angkutan Over Dimension dan Over Loading ( ODOL). Target hingga 2020 tidak adalagi truk yang kelebihan dimensi dan muatan.

Winston Wiyanta, Managing Director dari karoseri Delima Jaya Group di Bogor, mengatakan, kalau sekarang pembuatan truk harus mengikuti regulasi dari pemerintah. Pembuatan truk juga harus ada Surat Keputusan Rancang Bangun (SKRB).

“Sekarang ketika pembuatan truk, kita sekalian menyiapkan ijinnya, berupa SKRB sesuai dengan ketentuan yang ada agar tidak melanggar ODOL tersebut,” kata Winston.

Jadi sekarang tidak bisa menerima permintaan yang dimensinya melebihi dari ketentuan yang ada. Selain itu dari costumer sendiri juga harus patuh terhadap aturan yang ada, jadi sudah tidak ada permintaan pembuatan truk yang dimensinya berlebihan.

“Semenjak aturan ODOL tersebut ditegakkan, costumer juga tertib tidak ada yang ingin melanggar. Kita juga otomatis mengikuti regulasi yang ada. Ditambah ada peraturan yang mendenda karoseri jika mengakomodasi desain truk yang ODOL,” ucap,Winston. (E-002)***