Pemerintah Percepat Industri Kendaraan Listrik

36

DIREKTUR Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP), Kemenperin RI, Putu Juli Ardika mengemukakan, pihaknya ditugaskan untuk menyusun empat Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin). Hal tersebut merupakan regulasi turunan pada Perpres No.55/2019 tentang  Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) untuk transportasi jalan.

“Aturan tersebut antara lain terkait roadmap industri kendaraan di dalam negeri serta fasilitasi tentang skema CKD, IKD dan part by part,” ujar Putu dalam keterangan tertulis yang diterima BB.

PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia dan Grab Indonesia meluncurkan 20 mobil listrik Hyundai Ioniq di Indonesia,  Jumat (13/12/2019) di Jakarta .Putu menambahkan, untuk mengakselerasi produksi kendaraan listrik, pemerintah menetapkan target pada tahun 2022 Indonesia mampu memproduksi baterai untuk kendaraan listrik.

“Terkait hal ini sudah banyak investor yang komitmen ingin memproduksinya, termasuk bahan bakunya. Untuk itu, kami akan mempercepat menyusun aturannya. Kami juga mendorong penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi umum,” kata Putu seraya menjelaskan , bahwa industri otomotif di Indonesia saat ini ditopang oleh 18 pabrikan otomotif roda empat atau lebih.

Semua pabrikan tersebut telah beroperasi dengan kapasitas produksi mencapai 2,26 juta unit/tahun yang menyerap tenaga kerja hingga 38.000 orang.

”Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional, pada 2013 hingga 2018,  rata-rata di atas 1,2 juta unit/tahun. Dengan demikian, banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut. Dengan tren industri mobil listrik di kancah global, Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik bisa mencapai 20 % dari total produksi pada tahun 2025 sekitar 400.000 unit,” ujar Putu.  (E-002)***