Pemilik Rumah Histeris Saat Bangunan Dibongkar Petugas

27

Suasana tegang sempat mewarnai eksekusi bangunan yang terdampak proyek Kereta Api Cepat, di Desa Tagog Apu, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Dalam eksekusi tersebut, warga terdampak yakin, untuk mempertahankan bangunannya, karena dinilai cacat hukum. Namun, petugas pengadilan dan Satpol PP ahirnya membongkar, dan mengeluarkan barangbarang yang berada di dalam rumah.

Ketegangan sempat mewarna proses pembongkaran bangunan rumah warga yang terdampak proyek Kereta Cepat. Di hadapan petugas sejumlah warga berusaha mempertahankan bangunannya saat mau dieksekusi. Namun, perlawanan pemilik rumah tidak berarti. Setelah petugas Pengadilan Bale Bandung di bantu ratusan petugas gabungan Polisi, TNI Dan Satpol PP, berhasil mengeluarkan barang yang ada di dalam rumah. Alhasil, tangis pemilik rumah pun pecah, saat petugas mengosongkan rumahnya. Menurut pemilik rumah, eksekusi tersebut dianggap tidak adil dan cacat hukum, karena pemilik tidak merasa menjual ataupun diajak kompromi, terkait harga rumah.

Terkait pembongkaran rumah warga, juru sita bale badung pun mengungkapkan, jika pembongkaran sudah sesuai dengan undang-undang. selain itu terkait pembayaran, sudah disimpan di pengadilan, warga yang terdampak tinggal ambil dengan persyaratan yang sudah ditentukan. sedikitnya delapan rumah warga, yang dieksekusi untuk proyek kereta api cepat.

Eksekusi rumah warga tersebut, dijaga ketat oleh ratusan Personil Kepolisian dan Tni, guna mencegah adanya hal yang tidak diinginkan.

Algi Muhammad Ghifari, Bandung Tv.