Pemkot Bandung Izinkan Hiburan Malam Beroperasi

72
Pemkot Bandung Izinkan Hiburan Malam Beroperasi

BISNIS BANDUNG– Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat sudah memperbolehkan berbagai tempat hiburan malam dan bioskop beroperasi dalam lanjutan fase adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan, pihaknya akan merelaksasi sektor tersebut dengan protokol kesehatan yang sangat ketat karena sektor tersebut masih termasuk tempat yang berpotensi tinggi menyebarkan Covid-19.

“Sektor hiburan, karaoke, diskotik dan bioskop masih berat ya, makanya akan relaksasi dengan seleksi protokol kesehatan secara ketat dengan catatan semua harus mengusulkan masing-masing,” kata Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung seraya menambahkan setiap tempat hiburan seperti karaoke, diskotek, bar dan bioskop harus mengajukan secara mandiri apabila ingin diizinkan untuk beroperasi.

Jadi pengajuan itu menurutnya tidak bisa diusulkan melalui asosiasi, namun harus secara masing-masing per lokasi sehingga komitmen pengelola sebuah tempat hiburan atau bioskop harus sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Dengan protokol kesehatan sangat ketat, kalau mengusulkan tidak lolos tidak akan diberikan persetujuan untuk relaksasi,” kata Oded.

Menurutnya, saat ini Kota Bandung masih masuk ke dalam zona oranye sehingga masyarakat masih perlu ekstra waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, baik secara individu maupun di lingkungan sekitar.

Teguran

Sementara itu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung telah menindak ratusan warga yang tidak bermasker dengan melakukan peneguran sebagai sanksi ringan.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan ratusan orang yang itu juga dicatat identitasnya pada saat ditegur. Orang-orang itu, kata dia, ditemui di pusat perbelanjaan, pasar, dan sejumlah taman.

“Ada 35 pasar di Kota Bandung, selama pengawasan ada ratusan lebih yang tidak pakai masker, masih kami imbau masih dalam kategori ringan,” katanya.

Menurutnya selain pengawasan terhadap individu, pihaknya juga melakukan pengawasan kepada tempat usaha, pedagang kios-kios di pasar, dan para pengelola tempat bisnis.

Untuk pasar tradisional, menurutnya dalam satu hari pihaknya memantau hingga empat pasar. Karena kesadaran masyarakat di tempat itu dinilai masih belum tinggi.

“Sekarang lebih digalakkan lagi karena denda sudah diberikan, kami sambil sosialisasi kayak buat poster pakai masker atau denda,” katanya.

Dia menjelaskan, peneguran itu merupakan tahap awal menuju sanksi sedang dan sanksi berat. Apabila seseorang terkena sanksi berat, maka denda sebesar Rp100 ribu.

“Jadi orang yang tak memakai masker, dicatat identitasnya, kemudian kalau ditemukan lagi tidak menggunakan masker, maka diberlakukan sanksi sedang dengan mengambil jaminan kartu identitas, kalau ketemu lagi besoknya maka dia masuk pelanggaran ketiga yaitu denda,” katanya.(B-002)***