Pemkot Cimahi Sosialisasi Pencegahan Stunting Dan Penerapan AKB

5

Angka stunting di Kota Cimahi yang masih relatif tinggi perlu jadi perhatian serius bagi semua pihak, untuk menanggulanginya. Bukan hanya masalah pemenuhan gizi, namun kualitas sanitasi lingkungan juga harus diperhatikan. Maka dari itu, di tengah pandemi ini, Pemkot Cimahi gencar mensosialisasikan gerakan pencegahan stunting, termasuk penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru.

Demikian diungkapkan Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna, usai membuka acara sosialisasi pencegahan dan penanggulangan stunting, serta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) tingkat kelurahan baros yang berlangsung di aula kantor Kelurahan Baros, Jumat siang. Menurut Ajay angka kasus stunting di Cimahi masih cukup tinggi, mencapai 9,23%. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita, yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan, yaitu sejak terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun. Akibatnya, anak bertubuh lebih pendek dan tidak sesuai pertumbuhan rata-rata anak sebayanya. Untuk menyikapi hal tersebut, pemkot cimahi menyelenggarakan kegiatan sosialisasi, dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat berkenaan, dengan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan pun dihadiri oleh para kader dan perwakilan warga yang ada di Kelurahan Baros,Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Ajay menambahkan, stunting juga diakibatkan oleh kondisi lingkungan yang tidak cukup baik, khususnya dalam hal sanitasi. Atas dasar itu, ia meminta agar para camat dan lurah untuk terus berkoordinasi dengan para RW, untuk mendata kondisi sanitasi yang belum baik di lingkungannya masing-masing, maka dari itu pihaknya dalam kesempatan tersebut sekaligus secara simbolis memberikan bantuan berupa alat atau tempat cuci tangan yang sudah dimodifikasi, untuk disebar disetiap rw agar warga senantiasa menjaga kebersihan dan menerapkan AKB, yakni protokol kesehatan selama menjalankan aktivitas di luar rumah.

Ajay pun meminta fungsi posyandu dapat lebih dioptimalkan dalam rangka memantau pertumbuhan balita, di Kota Cimahi selama masa AKB.

algi muhammad ghifari, bandung tv.