Pemulihan Ekonomi Global Tahun 2021

118
Malah Minta Diperketat

    PEMULIHAN ekonomi global diprediksi akan mulai membaik tahun 2021 ini.  Vaksinasi dan daya dukung  kebijakan yang terus berlanjut di berbagai n

egara mendorong optimisme perbaikan ekonomi dunia.  Hal itu tertera pada Laporan Perekonomian Jawa Barat 2021  yang disusun Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Barat.

    Rasa optimistis itu tercermin pada World Economic Outlook (WEO) IMF, Januari 2021. Sekarang setelah masuk kuartal dua, pertumbuhan ekonomi global masih belum menunjukkan realisasi prediksi tersebut. Namun berbagai negara, termasuk Indonesia, mengindikasikan terjadinya perubahan  ke arah yang lebih positif. IMF memprediksi, pertumbuihan ekonomi global tahun ini sampai pada angka 5,3%.

     Di Indonesia, khususnya di Jawa Barat, semua sektor penunjang ekeonomi pada dasarnya sudah siap menyongsong fajar pertumbuhan ekonomi baru itu. Namun semua itu masih bergantung pada kesiapan menghadapi potensi risiko. Perubahan ke arah yang lebih baik itu tidak dapat lepas dari kinerja masyarakat dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

     Banyak negara yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah pandemi yang mendunia itu. Vaksinasi menjadi andalan utama. Akan tetapi, pelaksanaan vaksinasi membutuhkan waktu lama  dan biaya  besar. Masih banyak masyarakat yang berpandangan negatif. Pemerinrah di berbagai negara, termasuk Indonesia mengalami kesulitan menciptakan situasi atau pemahaman vaksin sebagai kebutuhan.

     Menginjak tahun kedua penyebaran wabah corona, tidak ada negara yang berani mengatakan telah terbebas 100% dari pandemi Covid-19. Frekuensi dan volume penyebarannya masih fluktuatif. Berubah-ubah dari zona merah ke kuning, kemudian kembali  merah.

      Keadaan seperti itu berpengaruh buruk terhadap kehdupan. Perekonomian termasuk sektor yang paling terpapar. Hampir semua jenis  produksi dan perdagangan lumpuh. Angka pengangguran terus meningkat sejalan dengan mati surinya industri. Di Jawa Barat tahun 2020 (semenjak terjadinya pandemi)

angka pengangguran mencapai 2,53 juta, naik drastis dibanding tahun 2019 yang hanya 1,93 juta jiwa. Kenaikan jumlah pengangguran terjadi lebih banyak di perkotaan. Banyak industri yang terpaksa melakukan PHK atau memangkas jam kerja dari satu minggu menjadi  tiga hari.

      Benar, terjadi pergeseran profesi tenaga kerja, dari sektor fotmal ke sektor informal. Di Jawa Barat amat banyak yang beralih pekerjaan menjadi pedagang kecil, terutama kuliner.Namun profesi itu berisiko dan tidak dapat menjadi andalan utama dalam menunjang pertumbuhan ekonomi. Risikonya, tidak laku karena daya bekli masyarakat yang sangat rendah.

      Bagaimanapun, masyarakat tetap harus optimistis. Perbaikan ekonomi global sudah mulai tampak. Salah satu cirinya, ekspor mulai terbuka lagi. Pertumbuhan ekonomi  positif di beberpa negara pengimpor barang Indonesia, mulai berjalan lagi.  Secara global, pertumbnuhan ekonomi tampak dari membaiknya pertumbnuhan ekonomi Amrika Serikat dan Jepang. Hal itu akan berpengaruih positif bagi negara lain, khsusnya mitra dagang kedua negara tersebut. Pada kelompok iti ada nama Indonesia. (Bahan, Laporan Perekonomian Jawa Barat-BNI Jabar) ***