Penanganan Covid-19 Jabar Dapat Apresiasi

36
Penanganan Covid-19 Jabar Dapat Apresiasi

BISNIS BANDUNG — Pemprov  Jabar  mendapat apresiasi dalam penanggulangan wabah Covid-19 yang berhasil menekan angka penyebaran Virus Corona di Jawa Barat sehingga tidak ada lagi daerah yang masuk zona merah.

“Kami mengapresiasi kinerja Pemprov Jabar dan meminta Pemprov Jabar terus mempertahankan upaya penurunan kasus tersebut sampai Covid-19 benar-benar hilang di Jawa Barat,” kata Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat, Irfan Suryanagara, Selasa (2/6/2020).

Irfan juga memuji kinerja Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar di bawah pimpinan Gubernur Jabar M Ridwan Kamil  dalam menangani mitigasi Covid-19 dengan melibatkan berbagai pihak untuk mengatasi wabah tersebut.

“Saya selaku warga dan Anggota DPRD Provinsi Jabar dari Fraksi Demokrat, memberi dukungan kepada Pemprov  yang telah berhasil menekan angka terinfeksi atau dalam mitigasi Covid-19. Semoga ini akan terus berlanjut, khusus hal mitigasi Covid-19,” kata Irfan.

Angka reproduksi efektif Covid-19 (Rt) di Jawa Barat sendiri terus menurun dari awalnya di angka empat pada April dan Maret 2020, menjadi 0,68, Selasa (2/6) dan hal tersebut menyatakan bahwa penularan Covid-19 di Jawa Barat terus menurun setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan.

Angka reproduksi efektif atau Rt ini dihitung dengan pemodelan SimcovID (Simulasi dan Pemodelan Covid-19 Indonesia) berdasarkan metode Kalman Filter yang merupakan perpanjangan dari metode Bayesian Sequential.

SimcovID sendiri merupakan tim gabungan yang terdiri dari peneliti berbagai perguruan tinggi, seperti ITB, Universitas Padjadjaran, YGM, UGM, ITS, UB, dan Undana, dan peneliti perguruan tinggi luar negeri, yakni Essex & Khalifa University, University of Southern Denmark, dan Oxford University.

Ia mengatakan Pemprov Jabar harus berani berbicara kepada pemerintah pusat mengenai keterbatasan anggaran untuk menyalurkan bansos kepada masyarakat terdampak sehingga pemerintah pusat akan memprioritaskan Jabar dalam hal penyaluran bantuan tersebut.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad, mengatakan penurunan angka Rt ini dapat menambah jumlah daerah di Jabar yang berstatus zona biru atau bahkan menjadi hijau.
Daud mengatakan selama ini, di Jabar terdapat 12 kabupaten dan kota yang masuk zona kuning atau melakukan PSBB parsial dan 15 kabupaten dan kota yang masuk zona biru atau dapat menerapkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau normal baru.

“Jadi saat awal April sampai awal Maret, yang disebut indeks reproduksi itu masih di angka tig sampai empat. Sempat jadi 0,97 minggu lalu. Tadi rapat Gugus Tugas, per hari ini kita sudah di angka 0,68. Mudah-mudahan terus menurun angka ini sampai nol,” kata Daud.(B-002)***