Pendidikan Pelatihan SDM Buruh agar Melek Hak dan Kewajiban

252

BISNIS BANDUNG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumedang menggelar pendidikan dan pelatihan SDM (sumber daya manusia) bagi pekerja .

Dikemukakan Kadisnakertrans Sumedang , Dikdik Sodikin , pendidikan dan pelatihan untuk para pekerja merupakan salah satu program untuk meningkatkan pengetahuan bidang-bidang terkait pekerjaan dan aturannya.

”Melalui pendidikan ini , kalangan buruh yang lupa tentang hak dan kewajibannya sebagai pekerja/karyawan , diingatkan kembali,” ujar Dikdik .

Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sumedang menggelar pendidikan dan pelatihan SDM (sumber daya manusia) bertempat di GOR Cintamulya, Jatinangor Kabupaten Sumedang, Minggu (22/10/17). Kegiatan ini diikuti oleh buruh anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Kepala Disnakertrans Dikdik Sodikin mempertegas, bahwa pendidikan dan pelatihan dilakukan guna memberikan pemahaman pada buruh terkait kemampuan intelektual dan mendalami Undang-Undang Ketenagakerjaan.

“Saat ini masih banyak buruh yang belum memahami betul tentang hak dan kewajibannya selaku pekerja. Diharapkan dengan kegiatan pelatihan ini, ke depan para buruh bisa lebih melek lagi, khususnya melek UU Ketenagakerjaan sehingga paham hak dan kewajibannya sebagai buruh,” tutur Dikdik kepada wartawan di tempat kegiatan.

Dengan melek UU Ketenagakerjaan, lanjut Dikdik, mulai dari kewajiban buruh pada perusahaan, pendalaman upah dan kontrak kerja menjadi tahu, hingga tuntutan-tuntutan buruh yang selama ini selalu digaungkan di hari buruh internasional.

“Rencananya pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia ini akan dilaksanakan secara rutin dan bisa diikuti oleh seluruh buruh yang ada di Kabupaten Sumedang,” tuturnya.
Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Sumedang Irwansyah Putra yang hadir sebagai salah satu narasumber mengapresiasi kegiatan pendidikan dan pelatihan ini.

“Diharapkan pelatihan ini mampu menghilangkan gesekan-gesekan yang selama ini terjadi antara buruh dengan perusahaan terkait upah dan kontrak kerja,” kata Irwansyah. (E010)***