Pengajar Alquran Braile ini Ternyata Mantan Alumni Indonesian Got Talent

198

Bisnis Bandung – Terlahir cacat dengan kondisi badan yang memiliki kekurangan atau tidak sempurna dengan kebanyakan orang lain,bukanlah suatu hal yang diinginkan oleh setiap manusia.Begitupun dengan Heni Candra Hidayah,perempuan yang dilahirkan 27 tahun yang lalu dari ayah bernama Jujun Jungjunan dan ibu bernama Ida Widayah yang tinggal di jalan cutnyakdien 99 B Kota Sumedang tersebut hanya bisa pasrah dan ihklas menerima apa yang telah di anugerahkan Tuhan kepada dirinya dari lahi.

Heni mengalami kelainan pada mata nya dari lahir sehingga kini beranjak Dewasa Heni mengalami kebutaan yang dideritanya.Kedua Orangtua Heni hanya bisa pasrah dengan kondisi anak perempuannya tersebut.

Namun dibalik ketidak sempurnaan pisik yang diderita Heni,ternyata nasibnya berkata lain.Heni adalah lulusan dari Universitas Islam Nusantara di Bandung pada tahun 2015,dengan menyandang predikat Sarjana Agama.

Dari hasil belajarnya selama kuliah tersebut kini,Heni pun membantu para penyandang Tuna Netra lainnya dengan mengajar Alquran Braile,di Ummi Maktum Voice Bandung.Setiap hari Sabtu Heni di antar Ibunya Ida,berangkat ke Bandung dengan maksud membantu teman teman yang mengalami hal serupa dengannya yaitu mengalami kebutaan untuk belajar membaca alquran braile.

Sebelum menginjak masa pendidikan tinggi yaitu kuliah di UNINUS,Heni mengenyam pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB)Wiyataguna Bandung tepatnya di Jalan Pajajaran.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di SLB tersebut,ternyata Heni mempunyai bakat dalam tarik suara karena mempunyai karakter vokal yang tinggi dan bagus.

Heni pun bercerita bahwa sebelum masuk ke UNINUS dia pernah coba masuk ke UPI dengan mengambil jurusanseni musik.Namun nasib berkata lain,setelah beberapa kali mencoba tetap gagal akhirnya atas persetujuan kedua Orang tuanya Heni pun kuliah di UNINUS Bandung.

“Iya saya pernah ikut tes di UPI dengan mengambil jurusan seni musik beberapa kali,namun gagal terus,kenapa saya ambil jurusan seni musik,karena selain saya hobi menyanyi juga saya menguasai beberapa alat musik yang saya biasa mainkan,”katanya Senin (26/03/2018) di Sumedang.

Heni mengaku keahlianya dalam bermain musik adalah murni otodidak,alat musik yang biasa dimainkan diantaranya gitar,suling dan piano.Selain itu Heni pun pernah menjajal acara ajang musik yang bernama Indonesian Got Talent,yang diadakan oleh salah satu Stasiun TV lokal ternama di Indonesia,namun hanya sampai ke peringkat 12 saja,dan akhirnya gagal juga dalam ajang pencarian bakat tersebut.

Sekarang Heni dalam mengisi kegiatan sehari harinya adalah terus memperdalam Ilmu membaca Alquran Braile,yang kemudin diajarkan kembali kepada teman teman pada hari Sabtu di Bandung.

Heni mengaku tidaj medapatkan bayaran dari hasil mengajarnya tersebut,karena semua itu Ia lakukan secara ikhlas dan sukarela.Meskipun ada yang membayar itu hanyalah spontanitas dari para orang tua murid saja dan tidak sering.Namun Heni mengaku senang dan bangga atas apa yang dikerjakan selama ini.

“Saya lakukan ini karena ikhlas,dan tidak pernah meminta bayaran sepeserpun kepada mereka yang saya ajar,cmn bilapun ada ya itukan hanya spontanitas saja gk selalu ko”,tuturnya.

Tentu saja Heni mempunyai harapan yang sangat besar bagi Pemerintah,terutama pemkab Sumedang khususnya,agar bisa lebih memperhatikan para penyandang disabilitas seperti dirinya dalam hal apapun tanpa terkecuali.

“Ya saya berharap pemerintah khususnya P’Bupati bisa lebih memperhatikan kami para penyandang disabilitas di Kota Sumedang ini,baik dalam hal fasilitas umum tentunya.Dimana para penyandang disabilitas bisa berkreasi maupun berkarya dalam hal apapun juga dengan dukunga kuat pihak pemerintah Sumedang”,tutupnya.

Heni bisa membuktikan dari ratusan bahkan jutaan penyandang disabiitas yang berada di Sumedang ini,masih bisa berkarya dan juga mungkin berprestasi,bila ada dukungan dan fasilitas pemerintah untuk para penyandang disabilitas.

Jangan mudah menyerah dengan keadaan karena apapun juga hasilnya yang didapat,itu adalah berkah hasil jerih payah sendiri serta berharap mampu bersaing dan menyamai dengan orang orang yang tifak memiliki kekurangan seperti Dirinya.(E010)