Peningkatan Penyebaran COVID-19 Mendoromg Sentimen Pelemahan Rupiah

11

BISNIS BANDUNG – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali tertekan. Rupiah melemah dan menembus level Rp 16.550 per- dolar AS.

Senin pekan lalu, rupiah berada di angka Rp 15.975 per- dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp 15.960 per- dolar AS. Rupiah terus tertekan sentuh Rp 16.550 per- dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari , rupiah bergerak di kisaran Rp 15.975 per dolar AS hingga Rp 16.575 per- dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 19,36 %.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) rupiah dipatok di angka Rp 16.608 per- dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan patokan sebelumnya yang ada di angka Rp16.273 per- dolar AS.

“Rupiah kemungkinan bisa tertekan lagi  mengikuti sentimen negatif yang membayangi pergerakan aset berisiko , seperti indeks saham futures AS, indeks saham Australia, Nikkei (Jepang) dan Kospi (Korea Selatan) yang bergerak negatif serta sebagian mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures , Ariston Tjendra . Senin (23/3/2020).

Menurut Ariston, kekhawatiran terhadap peningkatan penyebaran wabah COVID-19 ditambah dengan stimulus pemerintah AS senilai 1,3-2 triliun dolar AS yang belum mencapai kata sepakat dengan senat AS, menjadi penyebab sentimen negatif .

Bila sepakat, lanjut Ariston, bisa membantu memberikan sentimen positif ke pasar keuangan karena stimulus yang besar.

“Laju pergerakan USD-IDR  masih berpotensi untuk naik mendekati level tertinggi Juni 1998yakni Rp 16.850 dengan potensi support di kisaran Rp 15.900,” ujar Ariston. (B-003) ***