Penjualan Mobil di Indonesia Turun Drastis

444

 Pandemi COVID-19 memberikan dampak besar pada sektor otomotif nasional.

Diketahui bahwa pasar mobil Indonesia mengalami penurunan mengerikan selama dihantam corona di Bulan April 2020.

Tidak main-main angka penurunan tersebut mencapai 90,6 persen.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), tercatat hanya ada 7.781 unit mobil terjual pada bulan April 2020.

Padahal jika dibandingkan pada tahun sebelumnya, pada April tahun 2019, penjualan mobil di Indonesia bisa mencapai 84.056 unit.

Tidak ada yang selamat dari fenomena mengerikan ini dimana seluruh merek mobil di Indonesia mengalami penurunan pada April 2020.

Penurunan penjualan ini memang sudah terjadi semenjak virus corona menyerang Indonesia sekitar Februari lalu.

Pada bulan Februari sejumlah 79.645 unit mobil masih terjual kepada publik.

Sedangkan di bulan Maret, angka tersebut hanya turun sekitar 2.834 unit menjadi 79.645 unit.

Kemudian semuanya mulai bertambah buruk semenjak pemerintah memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Padahal di Bulan Januari saja, sekitar 80.345 unit mobil masih terjual di Indonesia.

Angka penjualan di bulan April ini pun kemudian menjadi penjualan mobil terburuk di Indonesia untuk tahun 2020.

Sebelumnya, penurunan penjualan terendah terjadi pada Juni 2019 dimana hanya ada 59.600 unit mobil terjual kepada publik.

Hal ini diketahui akibat bertepatan dengan libur lebaran yang membuat aktivitas diler menjadi tidak maksimal.

Bengkel Resmi Sepi Pengunjung

Biasanya, saat mendekati musim mudik lebaran, bengkel resmi kendaraan roda empat akan banyak menerima konsumen yang hendak melakukan servis atau perawatan berkala. Namun, berbeda dengan tahun ini, di mana pemerintah melarang mudik untuk mencegah penyebaran Corona Covid-19.

Dijelaskan Head of After Sales Planning & Marketing Department PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Ronald Reagan, biasanya tiga pekan sebelum lebaran, konsumen yang datang ke bengkel itu cukup tinggi.

“Tapi, tahun ini signifikan menurun, dari setiap hari kita amati. Dibandingkan situasi tahun lalu, hampir turun 30 persen,” jelas Ronald. (E-002)***