Penjualan Produksi UMKM di E-Commerce Naik 26 %

11
Syarat Apa Saja UMKM Dapat Bantuan Pemerintah

BISNIS BANDUNG– Permintaan produksi usaha mikro kecil dan menengah  (UMKM) meningkatkan saat pandemi Covid-19 dengan membaca data penjualan yang diperoleh dari beberapa marketplace dalam negeri dan data yang dilansir secara resmi pemerintah atau lembaga survey. Berdasarkan data dari McKinsey pada Juni lalu, sejak awal pandemi, setidaknya terjadi kenaikan penjualan di e-commerce sebesar 26 persen dan mencapai 3,1 juta transaksi per hari.

“Tercatat hingga saat ini juga sudah ada tambahan UMKM yang masuk ke pasar digital sekitar 1,6 juta pelaku usaha UMKM dari target hingga akhir 2020 sebesar 2 juta UMKM go digital, “ ungkap Konsultan Pendamping UMKM Jabar, Arief Yanto Rukmana, ST,MM kepada Bisnis Bandung ,  Senin (18/10/2021) di Bandung.

Dosen Perguruan Tinggi Indonesia Mandiri Bandung ini memaparkan, produk UMKM diminati saat pandemi  karena  bervariatif dengan inovasi yang cepat, juga harga yang lumayan terjangkau serta  kesadaran masyarakat untuk mendukung UMKM dengan gerakan nasional membela dan membeli produk produk UMKM. Kemudian UMKM digital meningkat dari salah satu great shifting itulah yang menyebabkan kenaikkan permintaan terhadap produk produk umkm, promosi online produk nya menjangkau ke segala lapisan costumers Indonesia.

Paling banyak peminat dari produk UMKM adalah generasi milenial mengingat di tahun 2020 hingga 2030 akan memasuki bonus demografi, dengan tahun 2020 sebagai tahun pembuka, “the great shifting”, dipercepat oleh situasi Pandemic covid 19. Di dominasi oleh pendidikan dari mulai sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas hingga sarjana. Paling banyak dengan Usia 12 – 35 tahun.

Dengan makin meningkatnya permintaan produk UMKM oleh pelanggan secara online, mengakibatkan terjadinya persaingan dagang, dengan UMKM makin berinovasi terhadap produk nya memberikan nilai tambah, dengan memberikan bonus, potongan harga, meningkatkan layanan, memberikan subsidi ongkos kirim, bayar saat produk sampai, giftaway, memberikan voucher belanja dan dan menerapkan strategi mix marketing, namun kebanyakan umkm untuk persaingan harga tidak begitu banyak perbedaan yang besar dan masih dalam kompetisi sehat. Geliat kolaborasi UMKM secara online memperbesar market size dan market share.

Menurut pengamatan Ketua Umum ICBI (Ikatan Coach Bisnis Indonesia) ini, produk UMKM di tengah pandemi,  percepatan migrasinya ke digital begitu tinggi, memberikan kemudahan untuk costumer menemukan produk umkm, dibandingkan secara offline/lurin, yang hanya menjangkau wilayah yang terbatas.  Dengan pemanfaatan teknologi digital marketing, sangat membantu meningkatkan omzet, dan dalam digital merketing UMKM belajar fundamental dasar dari me-riset kata kunci hingga ujung targetnya meng-akuisisi pasar.

Arief Yanto  mengimbuhkan,  manfaat maraknya produk UMKM  dipasaran bagi publik dan konsumen adalah makin banyak pilihan produk berkualitas. Meningkatnya permintaan terhadap produk UMKM di pasaran tidak begitu besar pengaruh nya terhadap produksi permintaan produk pabrikan. Karena pangsa pasar dalam negeri yang besar semakin membesar (market size). dikarenakan the great shifting.

Peran pemerintah terkait maraknya produk UMKM  sangat penting, terutama dalam memberi  perizinan dan  sertifikasi halal , izin Pirt, BPOM, perlindungan untuk memberikan terhadap hak kekayaan intelektual dari produk dan brand yang sudah di daftarkan. Di samping itu  pengawasan terhadap kegiatan berbisnis secara online dan offline, memberikan pembinaan untuk UMKM,  juga mengelola pajak  yang nantinya  untuk kemaslahatan usaha kecil dan menengah tersebut. (E-018)***