Penyebab Kurangnya Adopsi 4G di Indonesia

330

ADA beberapa faktor yang menyebabkan kurangnya adopsi 4G di Indonesia. Pengamat Telekomunikasi, Nonot Harsono, menjelaskan faktor-faktor yang kemungkinan melatarbelakangi kurangnya adopsi jaringan internet cepat tersebut.

Pertama, bisa karena sebaran layanan 4G penetrasinya masih kecil, baik dari keterjangkauan (coverage) maupun kepemilikan handset karena daya beli yang kurang. Kemudian, ketertarikan sebagian besar masyarakat Indonesia sendiri memang belum tumbuh.

“Jangan-jangan orang Indonesia sebagian besar belum butuh itu (4G), yang penting bisa komunikasi verbal. Belum lagi ada yang merasa gaptek (gagap teknologi) dan enggan untuk mencoba hal baru,” ungkap Nonot.

Guna memuluskan langkah transisi jaringan tersebut, seharusnya didorong oleh ketersediaan perangkat yang terjangkau oleh masyarakat. Namun lebih baik lagi, mantan komisioner BRTI ini mengatakan masyarakat seharusnya bisa mendapatkan handset secara gratis.

“Matiin boleh, tetapi bagiin smartphone gratis. Yang harus dipegang prinsipnya regulator karena pemerintah harus adil. Kalo negara enggak mau ikutan, operator bagaimana?,” kata Nonot.

Di lain sisi, pemerintah juga seharusnya memberikan edukasi mengenai teknologi 4G serta fitur-fitur yang dimilikinya. Misalnya saja pemanfaatan aplikasi WhatsApp yang bisa digunakan untuk mengirim pesan dan juga telefon.

Ketegasan dari pemerintah untuk membuat peraturan yang bisa membatasi atau menghentikan pemakaian frekuensi 2G diyakini bisa mempercepat proses migrasi ke layanan 4G. (C-003/ahl)***