Perajin Jamu Ditahan Di Mabes Polri, Dikeluarkan Setelah Transfer Uang

9046

BISNIS BANDUNG – Oknum polisi didemo warga  pekerja produk jamu di Cilacap  karena merasa diperas oleh oknum anggota kepolisian. berpangkat AKBP yang meminta uang mulai  dari Rp 300 juta hingga Rp 2 miliar untu kebebasan mereka yang dikenakan penahanan di Mabes Polri

Pekerja jamu ini menggelar aksinya di Lapangan Desa Gentansari, Cilacap, karena mengaku diperas oleh oknum polisi yang beberapa kali didatangi oknum dari Mabes Polri lalu ditahan dan dimintai uang sebelum dilepaskan.

Dikutip dari Kompas TV.com , para pekerja meminta kepada Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Idham Azis agar segera menindak oknum polisi yang melakukan pemerasan terhadap pengusaha jamu di Cilacap. Tidak tanggung-tanggung, pemerasan tersebut total mencapai  Rp7 miliar.

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengatakan, pihaknya telah mendalami dugaan pemerasan yang dilakukan oleh polisi berpangkat AKBP di Mabes Polri. Menurut Brigjen Awi Setiyono kasus ini sedang ditangani oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

Ditangani Propam

“Sudah ditangani Propam Mabes Polri untuk proses selidik siapa orang-orang yang diduga melakukan pemerasan,” kata Awi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/10/2020).
Oknum polisi  berpangkat AKBP yang bertugas di Mabes Polri itu melakukan pemerasan terhadap para pengusaha jamu di Desa Gentasari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Para perajin jamu mengaku diperas oleh oknum kepolisian berpangkat AKBP karena dituduh melanggar undang-undang usaha.

Salah seorang pengusaha jamu yang ikut berunjuk rasa, Mulyono, memaparkan modus oknum polisi tersebut.
Dikemukakan Mulyono, para perajin jamu didatangi oleh oknum dari Mabes Polri. Kemudian dibawa ke Bareskrim Mabes Polri dan ditahan antara 1 hingga 6 hari.
Diilepas dari penahanan,  perajin jamu  disuruh mentransfer sejumlah uang.

Baca Juga :   Kerusuhan Terjadi Karena Diganggu Provokasi Diduga Dilakukan Aparat ?

Tuduhan yang dikenakan kepada para perajin jamu yang ditangkap adalah melakukan produksi yang melanggar aturan undang-undang.

“Tuduhannya melakukan produksi yang melanggar aturan undang-undang, korbannya sangat banyak sekali, tidak terhitung,” ujar Mulyono kepada wartawan diwawancara.
“Per orang ada yang diminta  Rp350 juta, Rp500 juta, Rp1,7 miliar, Rp2,5 miliar, dan ada pula yang Rp3,5 miliar,” ungkap Mulyono.

Mulyono sendiri mengaku dimintai Rp1,7 miliar. Namun baru mentransfer sebesar Rp100 juta.(B-003) ***