Perang Dagang Semakin Sengit 

26
Perang Dagang Semakin Sengit

BISNIS BANDUNG– Menjamurnya wirausaha baru di masa pandemi,  mengakibatkan terjadinya perang dagang  dan perang harga  sesama pelaku usaha dengan strategi kreatifitas  mereka berdaya saing.  Bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMK) sudah terlatih dengan persaingan bisnis, dan menjadikan pesaing sebagai mitra untuk terus berkembang dan naik kelas.

“Selain perang dagang terjadi kompetisi harga. Wirausaha berlomba lomba membuat promo yang menarik, sekreatif mungkin, dengan membeli beberapa mendapatkan gratis, potongan harga/diskon pembelian dalam jumlah banyak, memberikan cashback, hadiah juga strategi mix marketing, semua dilakukan oleh wirausaha untuk menarik sebanyak banyak nya pelanggan,” tutur  Konsultan Pendamping UMKM Jawa Barat, Sertifikasi SKKNI BNSP, Arief Yanto Rukmana, S.T., MM kepada Bisnis Bandung, Senin (7/12/2020).

Perang dagang dan perang harga yang paling terasa adalah di marketplace di mana satu toko UMKM dengan toko yang lainnya menawarkan berbagai macam promo dan dengan jenis produk yang sama harga berbeda. Hal tersebut memang akan memanjakan costumer, dan memancing pelanggan untuk membeli lagi  di tambah gratis ongkos kirim saat hari hari tertentu menambah jumlah pembelian secara besar besaran.

“Lain halnya dengan penjualan secara luring, persaingan harga sedikit sulit untuk costumer melakukan perbandingan harga, sehingga tingkat persaingan antar usahawan masih belum begitu besar dan runcing,” ucap  Ketua Umum  Ikatan Pelatih  Bisnis Nusantara  tersetbut.

Dalam kondisi persaingan usaha mikro sesama pelaku usaha lokal saat ini masih bisa dianggap wajar karena signifikansi nya rendah, artinya tidak sedikit sekali monopoli perdagangan sesama pelaku usaha baru, setidaknya untuk beberapa level lokal aman, namun tidak dengan pesaing internasional menjadi ancaman yang serius jika tak mampu memanfaatkan peluang.

Baca Juga :   Harga Kepokmas Alami Fluktuasi

Dalam hal persaingan bisnis dan persaingan dagang memang sangat ketat dan begitu cepat nya perubahan membuat pelaku usaha di tuntut terus kreatif dan inovatif. Yang tak mampu adaptasi dengan perubahan bisa jadi gulung tikar, apalagi saat ini dengan adanya penjualan online pengusaha lokal di hadapkan dengan pesaing yang tangguh dari luar negeri yang dengan produk nya membajiri pasar tanah air dengan harga murah.

Regulasi dari pemerintah sangat di perlukan untuk menyehatkan kondisi persaingan. Para ahli merekomendasikan dengan strategi effektif, untuk melindungi industri dengan meningkatkan nilai tambah melalui proteksi (perlindungan) NTMs (Non-Tariff Measures), yang diharapkan memberikan pengaruh positif pada hubungan dagang yang berlangsung lintas Negara.

Hal tersebut menjadi edukasi yang cukup menarik, gerakan proteksi untuk menahan gempuran produk asing yang membanjiri pasar tanah air dengan harga murah. Juga gerakan kesadaran ekonomi kerakyatan, gotong royong, membeli produk tetangga yg di gaungkan komunitas, sangat Effektif untuk membangkitkan geliat wirausaha lokal untuk terus survive dan berkembang.

Arief Yanto Rukmana yang juga  Dosen Perguruan Tinggi Indonesia Mandiri – STAN dan STMIK IM Bandung ini mengemukakan,  dalam kondisi ekonomi, banyak pelaku usaha yang gulung tikar namun ada fenomena yang unik dengan adanya regenerasi pelaku usaha digital, dari data catatan pertumbuhan UMKM digital dalam 11 bulan bertambah 2,6 juta di tahun 2020, setidaknya, hampir 11 juta pelaku UMKM sudah mendigitalisi usaha. Sebelumnya data mencatat di angka 8.5 juta UMKM yang sudah go digital. Hal ini disebabkan oleh cara baru masyarakat berbelaja dan melakukan aktifitas kegiatannya.

Salah satunya jenis sektor usaha kuliner, frozen food kemasan banyak diminati oleh wirausahawan saat work from home. Usaha tersebut banyak di pilih karena instan cooking, mudah dalam penjualan, minat pasar yang tinggi dan juga mudah dalam pendistribusian, juga berjualan sembako menjadi pilihan bisnis oleh wirausahawan di masa pandemi.(E-018)***

Baca Juga :   Syekh Ali Melerai Amukan Massa Terhadap Tersangka Penusukan Mabes Polri Dan Polresta Bandar Lampung Terus Melakukan Pengusutan