Perbaikan Ekonomi ASEAN Terlambat

75
Apa lagi yang Wanita Cari?

    PREDIKSI para ekonom dunia, perekonomian global akan pulih tahun ini. Prakiraan yang optimistis itu didorong dengan makin membaiknya perekonomian  Amerika Serikat dan Jepang. IMF menyebutkan, pertumbuhan ekonomi negara-negara maju diprediksi mengalami rebound setelah kontraksi cukup dalam tahun 2020.

   Perekonomian AS, terutama pada paruh dua  2021 akan tumbuh sekira 5,1% setelah kontraksi minus 4,9% tahun 2020 lalu. Negara maju itu menerapkan kebijakan stimulus fiskal yang digelontorkan pemerintah.  Jepang juga menerapkan kebijakan yang sama sehingga perekonomiannya diproyeksikan tumbuh 3,1% (yoy).

   Pertumbuhan ekonomi Tiongkok dan India, justru lebih tinggi. India secara optimistis memprediksi pertumbuhan ekonominya berada pada angka 11,5% (yoy). Sedangkan Tiongkok stabil pada pertumbuhan 6,3% (yoy). Hal itu berpengaruh signifikan bagi negara lain, terutama negara-negara di belahan Asia. Namun pertumbuhan ekonomi di negara-negara anggota ASEAN sediklit terlambat dibanding Jepang, Tiongkok, dan India. Hal itu terjadi karena pandemi Covid-19 masih menjadi hambatan utama. Vaksinasi di beberapa negara ASEAN belum merata.

   Pengaruh perbaikan ekonomi negara-negara maju juga mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pelaksanaan vaksinasi yang terus dipacu, paling tidak, dapat menumbuhkan kepercayaan diri. Pertumbuhan ekonomi nasional didorong dengan perbaikan neraca ekspor-impor. Komoditas Indonesia mulai bergerak menuju pasar Asia dan AS. Beberapa komoditas ekspor  Indonesia meningkat seperto CPO, batubara, besi baja, dan beberapa produk manufaktur seperti kimia organik, kendaraan bermotor, serta alas kaki.

     Indonesia pada masa krisis sepanjang dua tahun ini masih memiliki cadangan devisa sekira 138 miliar dolar AS.Cadangan itu cukup untuk membayar barang impor hampir satu tahun dan bayar utang luar negeri pemerinah yang jatuh tempo. Diharapkan pemerintah mendorong swasta mampu membayar utang luar negerinya. Dalam menjaga cadangan devisa, seyogianya Indonesia membatasi impor barang tertier dan quartier, seperti makanan, minuman,  rokok,  fesyen, alat kecantikan, dan sebagainya. Untuk sementara, wisata, termasuk berobat ke luar negeri, dibatasi pula.

Baca Juga :   Jabar Terdepan, Ekonomi Kreatif

    ”Perbaikan ekonomi yang terus berlanjut didorong oleh akselerasi program vaksinasi nasional,” tulis Laporan BI tentang Perekonomian Jawa Barat. Artinya Indonesia harus berupaya keras keluar dari sandera Covid-19. Kelancaran masuknya vaksin dari produsen di luar negeri dan produksi masal vaksin dalam negeri, harus terus dipacu. Indonesia dapat bercermin pada gerakan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat India. Dalam waktu relatif singkat, India dapat mengatasi pandemi dengan korban terbanyak. Gerakan vaksinasi dan gerakan pendisiplinan masyarakat akan protokol kesehatan, dilakukan secara serempak dan serentak. ***