Pergerakan Tanah, Pengungsi Butuh Tempat Relokasi

218

Pergerakan tanah danĀ  longsor yang disertai hujan, mengakibatkanĀ  delapan ratus rumah warga, di dua puluh dua RT di desa Waringin Sari, kecamatan Takokak, kabupaten Cianjur, rusak parah dan ringan. sedangkan enam ratus rumah warga lainnya terancam. Dampak pergerakan tanah tersebut, dua ribu enam ratus jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

beginilah kondisi rumah warga yang rusak pasca pergerakan tanah dan longsor, di desa Waringin Sari, kecamatan Takokak, kabupaten Cianjur. Sedikitnya delapan ratus rumah warga dari dua puluh dua RT, rusak parah dan ringan. Sedangkan enam ratus rumah lainnya terancam.

SelainĀ  rumah warga yang rusak, akses jalan penghubung lima desa amblas serta terancam pergerakan tanah susulan dan longsor. Bahkan, puluhan hektar lahan pertanian tidak bisa lagi ditanami karena amblas. Khawatir terjadi pergerakan tanah susulan dan longsor, warga memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pergerakan tanah dan longsor ini terjadi Minggu dini hari, saat hujan turun cukup deras. Warga yang mengetahui indikasi pergerakan tanah ini, langsung mengungsi ke tempat yang lebih aman. menurut Plt Kepala BPBD, Asep Suparman, meski terkendala medan jalan, bantuan untuk para pengungsi yang tersebar di tujuh titik posko pengungsian, terus mengalir. Para pengungsi tidak akan kesulitan mendapatkan sembako, makanan, selimut, serta perlengkapan bayi dan anak. Namun, hingga saat ini, intensitas hujan terus tinggi, sehingga pergerakan tanah kemungkinan akan terus terjadi.

Saat ini, menurut data BPBD kabupaten Cianjur, pengungsi mencapai sekitar delapan ratus kepala keluarga, dengan jumlah seribu tiga ratus jiwa. Selain itu, pemerintah kabupaten cianjur akan merelokasi rumah-rumah warga, yang terkena dampak pergerakan tanah dan longsor.

Heri Setiawan, BandungTV.