Perry: Keuangan Global Mengalami Radang Terdampak Sentimen Corona

8

BISNIS BANDUNG – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, kondisi pasar global termasuk Indonesia terdampak sentimen negatif akibat virus corona (Covid-19) yang mulai menyebar ke berbagai negara. Pasar keuangan global  sedang mengalami radang.

Dampak dari virus corona menyebar, lanjut Perry , tidak hanya di kawasan Asia, tapi sampai ke Amerika dan Eropa.. Karena kondisi tersebut, tak heran jika para investor global cenderung melakukan aksi penjualan saham maupun obligasi. “Mereka melepas investasinya, di Korea, di Thailand, di Singapura, maupun dari Indonesia. Untuk Indonesia, ini memang berpengaruh terhadap rupiah dan juga harga saham,” ungkapnya , belum lama ini. Berdasarkan data BI per 27 Februari 2020, Perry menyebut, dana aliran modal asing alami outflow sebesar Rp 26,2 triliun. Dirincikan, aliran modal asing yang keluar terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 26,2 triliun, saham Rp 4,1 triliun, sehingga total outflow sebesar Rp 30,8 triliun secara neto. “Sebagai informasi, aliran modal asing secara neto bulan ini untuk SBN terjadi outflow Rp 26,2 triliun. Secara gross-nya tentu saja lebih besar karena ada inflow yang membeli SBN dari lelang Kementerian Keuangan,” ucapnya. Secara year to date, mulai akhir Januari hingga Februari 2020, terjadi aliran modal asing yang keluar sebesar Rp 16 triliun. “Kalau kita hitung year to date-nya dari Januari, terjadi nett inflow, sementara akhir Januari sampai Februari karena pengaruh corona virus terjadi outflow. Kalau secara year to date terjadi nett outflow Rp 11 triliun, saham nett outflow Rp 1,6 triliun, totalnya  Rp 16 triliun,” Perry menjelaskan.

Sisi lain dampak virus corona , terjadi pada  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan kurs rupiah terhadap dollar AS kembali melemah dalam beberapa hari terakhir. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, melemahnya IHSG disebabkan oleh sentimen negatif akibat Covid-19 alias wabah virus corona yang semakin meluas ke beberapa negara. Sehingga  seluruh pasar saham mengalami ketidakpastian dan akhirnya membuat IHSG bergerak ke zona merah. Rupiah Merosot ke posisi Rp 14.318/dollar AS, IHSG Turun 1,5 %.

“Karena  ada efek virus corona secara internasional ,  ketidakpastian meningkat,”ujar Airlangga seraya menyebutkan, dampak dari mewabahnya virus corona  menimbulkan banyak efek negatif  bagi ekonomi Indonesia. Sementara Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan,  sampai saat ini efek dari virus Corona masih terus diukur, namun yang pasti virus tersebut dapat mengancam perekonomian Indonesia apalagi jika pemerintah tidak berbuat apa-apa. “Terus terang secara kuantifisi efek dari virus corona masih terus diukur dan yang pasti akibat corona ini ada tiga sektor ril Indonesia yang terganggu yaitu sektor pariwisata, perdagangan dan investasi,” ujarnya di Jakarta, belum lama ini. Wisman asal  China berkontribusi dalam penambahan devisa negara antara 1,2 milliar sampai 1,5 milliar dollar AS. Sejak adanya virus Corona, penerbangan dari dan ke China menjadi terhambat, sektor pariwisata kena dampaknya. Kemudian sektor kedua perdagangan terkait  kegiatan impor dari China.  Sektor ketiga, investasi, China merupakan negara nomor dua terbesar dalam penanaman modal ke Indonesia. Bahkan baru-baru ini China masuk ke industri hilirisasi nikel.  Destry optimis Bank Indonesia dan pemerintah tidak akan tinggal diam dan melakukan banyak stimulus agar dampak virus Corona bisa dimitigasi. (B-003) ***