Pertanian, UMKM, dan Pariwisata Andalan Ekonomi Jabar

1
Apa lagi yang Wanita Cari?

PEREKONOMIAN Jawa Barat diperkirakan akan bangkit setelah tahun 2025. Meskipun demikian, Jawa Barat masih menjadi andalan kebangkitan ekonomi nasional. Provinsi Jawa Barat membentuk Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah (Satgas PED) Jabar, Pengusaha dan aktivis muda Jabar, Ipong Witono ditetapkan sebagai ketua harian. Sedangkan Gubenur Jabar, Ridwan Kamil bertindak sebagai ketua umum.

       Satgas PED Jabar mendapat apresiasi pemerintah pusat. Perputaran ekonomi di Jabar sangat besar dengan mengandalkan sektor pertanian dan perikanan, UMKM, dan kepariwisataan.  Tugas Satgas PED melakukan akselerasi atau percepatan pemulihan ekonomi yang terfokus pada sektor tersebut. Pemilihan sektor itu dinilai paling rasional, evektif dan efisien. Hal itu bukan berarti sektor lain, ter utama sektor industri, tidak penting. Dilihat dari segi pendapatan negara dan penyerapan tenaga kerja, teknologi jelas berpotensi sangat besar. Namun, sektor pertanian, UMKM, dan kepariwisataan merupakan sektor ekonomi yang melibatkan rakyat banyak.

        Sektor pertanian dan perikanan merupakan budaya masyarakat secara tradisional. Jabar sangat terkenal keahliannya dalam budidaya ikan, terutama ikan air tawar. UMKM juga merupakan  lahan usaha yang sudah menjadi milik masyarakat Jabar. Perkembangan UMKM, baik   berupa kerajinan maupun kuliner, Jabar, sejak lama terkenal di seluruh Indonesia bahkan mancanegara.

Sektor pariwisata merupakan industri yang belum lama berkembang tetapi sudah dikenal dan menjadi bagian penting kehidupan serta penghidupan masyarakat. Rakyat di sekitar obyek wisata, mulai merasakan dampak positif perkembangan pariwisata. Masyarakat sekitar Pangandaran, Garut, Cianjur, Bandung, dan Sukabumi Selatan, sudah lama menggantungkan hidupnya pada kepariwisataan. Jabar memiliki daerah tujuan wisata yang sangat banyak. Tinggal bagaimana menjadikan daerah wisata itu sebagai sumber pendapatan pemda dan masyarakatnya.

Baca Juga :   KARANTINA, MISTER TEEN INDONESIA 2018 DI KOTA BANDUNG

       Sampai sekarang hasil pertanian Jabar masih menjadi andalan nasional. Jabar masih menjadi gudang hasil pertanian, termasuk padi nasional. Jabar juga merupakan pemasok hasil pertanian dan perikanan untuk memenuhi kebutuhan pokok penduduk Jakarta dan kota lain di Nusantara. Hasil pertanian pangan, terutama beras, secara kuantitas, makin menurun. Lahan pertanian yang sangat luas  di utara Jabar, kini makin terdesak perkembbangan idustri dan perumahan. Tenaga kerja pada pertanian basah (sawah) makin berkurang. Banyak petani, teruata kaum muda, tidak lagi tertyarik terhadap pertanian persawahan.

        Secara nasional pertumbuhan ekonomi masih belum pulih. Angka pertumbuhan ekonomi masih berada di bawah enol. Pertumbuhan ekonomi Jabar masih minus begitu pula di tingkat pusat. Akibat Covid-19 sungguh menekan pertumbuhan ekonomi. Vaksinasi  yang dilakanakan secara cepat dan merata, diharapkan dapat menekan penyebaran corona. Garapan pemerintah dan masyarakat akan terfokus pada ekonomi dan pendidikan.

       Perekonomian Indonesia, menuruit Menteri BUMN, Erick Tohir, berkembang lebih baik bahkan lebih baik dibanding Amerika Serikat, Prancis, Italia, dan Jerman. Dalam lingkup ASEAN, Indonesia mengalami pertumbuha ekonomi lebih baik dari pada Filipina, dan Singapura. Mudah-mudahan bukan hanya harapan tetapi nyata, tertera pada statistik. ***