Petani Manggis Sukabumi Resah Akibat Virus Corona

13

Tiongkok, tidak hanya berdampak bagi kesehatan. Virus tersebut berdampak pula pada perekonomian. Salah satunya ekspor manggis dari Sukabumi ke China terhenti akibat virus tersebut. Hal itu mengakibatkan para petani manggis resah karena tidak bisa memasarkan ke tengkulak.

Petani buah manggis di Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, saat ini tengah memasuki musim panen yang siap dijual baik untuk pasar lokal maupun ekpor ke luar negeri, khususnya China. Namun, pengiriman untuk ekpor ke negara asia ini, terpaksa ditunda akibat wabah virus corona yang menyerang negara tirai bambu tersebut. Padahal harga saat ini mencapai 25 ribu rupiah di tingkat petani ke pengepul untuk manggis berkualitas ekpor.

Salah seorang petani manggis, Jajang Dono mengungkapkan, akibat tertundanya ekspor ke China itu, membuat dirinya bersama petaninya lainnya resah, pasalnya manggis yang di ekspor ke china berasal dari petani di sukabumi. Untuk sementara ini, para petani menjual buah manggis untuk pasar lokal dan supermarket.,

Petani berharap pengiriman buah manggis kembali normal, karena penjualan untuk pasar ekpor menguntungkan bagi petani. Dalam masa panen ini, para petani bisa menghasilkan buah manggis hingga satu kwintal untuk satu pohon setiap minggunya. Rata rata para petani di desa ini memiliki puluhan pohon manggis yang siap dipetik hingga masa puncak panen di bulan februari ini.,

Budi Setiawan, Bandung TV.