Pilkada Jabar Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Regional

268

BISNIS BANDUNG- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri-Kadin Jawa Barat, Agung Suryamal mengatakan, tahun politik 2018 akan mendorong meningkatnya pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat dibandingkan tahun 2017 . Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diprediksi mencapai 5,5% dengan penyumbang utama berasal dari belanja logistik untuk kampanye partai politik.

Seperti diketahui , kata Agung , pada tahun 2018 yang akan datang, di Provinsi Jawa Barat akan terjadi pertarungan politik memperebutkan posisi Gubernur dan 15 Kepala Daerah Kabupaten/Kota. ”Kegiatan ini akan menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi yang berasal dari belanja logistik untuk kampanye bakal calon maupun partai politik,” ucap Agung.

Sektor usaha yang diperkirakan akan mengalami kenaikan antara lain sektor usaha yang berkaitan dengan konsumsi rumah tangga dan pemerintah. Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung hingga tahun 2019 setelah pemilihan anggota legislatif dan presiden.

Dikemukakan Agung Suryamal, salah satu sektor yang harus diperhatikan pada tahun 2018 adalah ekspor komoditas dari Indonesia, ada kemungkinan terjadi penurunan karena para importir ke negara-negara tujuan ekspor produk Indonesia akan bersifat wait and see de­ngan kondisi politik di Indonesia pasca-pilkada/pemilu, walau bersifat sementara.

”Beberapa faktor yang akan mempengaruhi pertumbuhan maupun penurunan sektor usaha pada tahun politik 2018 adalah semakin derasnya arus modal, bahkan cenderung jor-joran yang berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah dan perekonomian nasional,” ujar Agung , Senin (30/10/17) di Bandung.

Langkah-langkah yang harus dilakukan pelaku usaha pada tahun politik, adalah tetap melakukan bisnis seperti biasa(business as usual ) dengan terus memperhatikan pergolakan politik yang mungkin timbul sebagai dampak pilkada.

Atau dapat juga melakukan diversifikasi usaha sesaat de­ngan ikut ambil bagian menjadi penyedia atau penyuplai kebutuhan logistik peserta pilkada/pemilu yang dipastikan membludak dan menggiurkan untuk berperan dalam usaha.

Jaga kenaikan harga
Agung menegaskan, pada tahun politik , pemerintah harus mampu menjaga stabilitas harga. Tidak terjadi kenaikan BBM dan tarif listrik, juga beras, gula dan minyak goreng.
Selain inflasi juga harus dijaga pada level aman mengingat hal tersebut sangat mempe­ngaruhi ekspektasi masyarakat.

Mengenai investasi, menurut Agung , pada tahun politik masih akan ada . Untuk investasi yang sudah berjalan, tidak akan terganggu karena hanya tinggal melanjutkan yang telah dilakukan.

Sementara bagi investor baru , mungkin dapat ambil bagian dalam pesta politik 2018 dengan melakukan investasi di sektor yang berkaitan dengan penyediaan logistik partai politik untuk berkampanye. ” Ini akan menjadi sektor yang cukup aman bagi investor, dan kemungkinan akan memperoleh keuntungan cukup signifikan, walau hanya sebatas pada tahun politik saja,” kata Agung.

Namun beberapa hal yang harus diwaspadai oleh pelaku usaha . Misalnya, bila pemilik usaha merupakan anggota dari sebuah partai politik peserta pemilu, dipastikan akan melakukan hal-hal yang dapat menguntungkan selain perusahaannya juga menguntungkan bagi partai politk tempat dia bernaung. ”Hal seperti ini, kemungkinan akan terjadinya politisasi CSR yang dilakukan oleh perusahaan yang pemiliknya merupakan anggota partai politik peserta pemilu,” kata Agung.

Diharapkan pada tahun 2018 tidak terjadi gangguan dari sisi pelayanan publik. Karena sisi pelayanan merupakan tugas dari pemerintah dalam melayani seluruh unsur masyarakat termasuk pelaku usaha.

Namun demikian tidak menutup kemungkinan akan ada pengaruh, khususnya yang berkaitan dengan kampanye yang sudah terjadwalkan yang berpengaruh pada waktu penyelesaian pelayanan. (E-018)***