Pinjam 4,3 Miliar USD Saat Mewabah Corona Indonesia Jadi Penghutang Terbesar Di Asia

49

BISNIS BANDUNG – Pemerintah menerbitkan obligasi global atau global bond senilai 4,3 miliar dolar AS. Hal ini menjadikan pemerintahan Presiden Jokowi sebagai pihak yang paling banyak menerbitkan surat utang dalam sejarah Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerbitan surat utang ini merupakan penerbitan terbesar dalam sejarah Indonesia dan yang pertama di Asia saat wabah virus corona atau covid-19.

“Ini merupakan global bond terbesar yang pernah dikeluarkan pemerintah Indonesia,” kata Sri Mulyani dalam video teleconference di Jakarta,Selasa (7/4/2020).

Dikemukakan lebih lanjut Sri Mulyani , penerbitan surat utang ini dimaksudkan untuk menambah dana pemerintah guna penanganan dan pemulihan perekonomian di tengah wabah virus corona.

Sri Mulyani menyebut, surat utang ini terdiri dari tiga jenis. Pertama, RI 1030 bertenor 10,5 tahun senilai 1,65 miliar dolar AS, dengan yield 3,90 %. Kedua, surat utang senilai 1,65 miliar dolar AS yang bertenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 17 Oktober 2050, dengan yield atau imbal hasil 4,25 %. Ketiga, obligasi senilai 1 miliar dolar AS bertenor 50 tahun atau jatuh tempo 15 April 2070, dengan yield atau imbal hasil 4,50 %.

“Kami menerbitkan ini dalam rangka menjaga pembiayaan secara aman,  sekaligus menambah cadangan devisa bagi Bank Indonesia,” jelas Sri Mulyani.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia alias World Bank ini menambahkan, penerbitan obligasi global dilakukan secara elektronik tanpa pertemuan fisik dan roadshow dilakukan tanpa tatap muka. (B-003) ***