PKBM Bina Bangsa Berkarakter Bantu “Golekmah”

88

BISNIS BANDUNG– Kepala Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Bangsa Berkarakter, Dra.Rosani Pudjiati,M.Pd mengemukakan,  pihaknya mengikuti peraturan dan keputusan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri, yakni tidak ada tatap muka tetapi belajar secara daring.

“Memang ada bantuan kuota dari Kemendikbud, namun tidak semua dapat hanya beberapa saja, sehingga sekolah banyak memberi tugas yang harus dikumpulkan 1 minggu sekali”, ungkapnya kepada Bisnis Bandung ,  Senin (14/12/2020).

Menurut Rosani proses pembelajaran selama pandemi tidak berhenti, hanya tutor tidak maksimal memberikan pembelajaran daring karena terhambat dengan kuota, sebab tutor tidak mendapat bantuan pulsa dari Kemendikbud, kegiatan melalui “zoom” yang gratis terbatas hanya 40 menit, terpaksa pembelajaran melalui “WA group” dengan siswa, yang tentu saja untuk pelajaran tertentu tidak maksimal.

Di PKBM Bina Bangsa Berkarakter, di Kampung Cilimus RT 02, Rw 03, Desa Padaasih, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pendidikan dan pelatihan yang digulirkan yakni pembelajaran Paud, Program Kesetaraan paket A, B dan C serta kursus komputer.

Peserta didik adalah usia sekolah dan usia dewasa, untuk siswa PAUD adalah usia 2 sampai 6 tahun. Sedangkan tutornya adalah teman-teman yang bersosial yaitu teman-teman pensiunan guru, TNI AU serta mahasiswa UPI yang sengaja ingin membantu untuk mendapatkan pengalanan mengajar.

“Selama pandemi 6 orang tutor kami mendapat Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp 1.800.000 tapi berdasarkan informasi hanya menfapatkan 1 kali. Itupun kami sangat bersyukur sebab selama ini kami belum bisa memberikan honor yang memadai, mengingat lembaga kami tidak memungut biaya dari siswa (gratis) karena kami lembaga mandiri, yang kami dirikan satu keluarga, terdiri dari suami, istri dan anak yang berniat membantu pemerintah mencerdaskan masyarakat dengan ikhlas, maka harapan kami pemerintah bisa membantu untuk memberi honor guru yang memadai paling tidak besaran BSU bisa diterima setiap bulan sudah sangat membantu, “ucapnya.

Dra.Rosani Pudjiati,M.Pd mengklaim,  kontribusi lembaganya  sangat membantu, tetutama untuk masyarakat  golongan ekonomi lemah (Golekmah), sebab lembaganya adalah lembaga non formal yang bisa disebut sebagai garda terakhir untuk menampung anak-anak usia sekokah atau putus sekolah, karena faktor ekonomi, faktor sosial, faktor pola asuh orang tua yang salah, akibat “pembullyan” dari sekolah formal, karena penyakit yang tidak mungkin sekolah di sekolah formal, disabilatas dan anak-anak yang ditelantarkan orangtua mulai bayi.

“ Semua ada di sekolah  di PKBM Bina Bangsa Berkarakter, dan itu semua tanggung jawab kami sebagai masyarakat yang harus peduli pada mereka. Lembaga kami mengucapkan banyak terimakasih kepada perusahaan air mineral merk Lakers PT Mitra Alam Bandung dengan pimpinan perusahaan bapak Salim yang bersedia MOU dengan lembaga kami, sudi menampung lulusan siswa kami untuk bekerja diperusahaan air mineral tersebut,” tuturnya.

Di samping itu  perusahaan listrik negara (PLN) Pusenlis Jakarta yang telah membantu   beasiswa untuk anak didik  usia sekolah dengan besaran Rp 300.000 setiap 3 bulan sekali untuk paket A setara SD, Rp 450.000 untuk paket B setara SMP dan Rp 600.000 untuk paket C setara SMA.

Kemudian  ibu Ida Wibowo dari Malang yang senantiasa memberi donasi untuk asupan gizi siswa PAUD. PKBM sangat bersyukur bahwa kami dapat menjalin kemitraaan dengan baik selama ini. Juga kerjasama dengan Kemendikbud yang memberi dukungan bantuan jenis Pendidikan Keterampilan Wirausaha (PKW) yang  dilaksanan tahun 2019, pelatihan keterampilan tata rias wajah dengan harapan setelah mendapat pelatihan ini peserta dapat mengembangkan usahanya dengan menerima jasa merias wajah.  (E-018)***