Polisi dan Warga Gerebeg Kios Miras Oplosan

224

Pasca tewasnya sebelas warga Cicalengka akibat miras oplosan, polisi dan warga menggeruduk dua kios yang diduga menjual miras oplosan dan dikonsumsi oleh warga hingga mengakibatkan meninggal dunia, di jalan By Pass Cicalengka, kabupaten Bandung, Minggu sore. Selain menyita barang bukti miras, polisi juga menutup perdagangan miras di dua kios tersebut.

Pasca tewasnya sebelas warga Cicalengka akibat miras, di dua titik berbeda, polisi yang mendapatkan laporan warga langsung menggeruduk dua kios di jalan by pass Cicalengka, kabupaten Bandung, Minggu sore.

Dua kios ini diduga menjual minuman keras oplosan, yang dikonsumsi warga hingga meninggal dunia.

Polisi, pemerintah kecamatan, dan perwakilan warga mengeluarkan seluruh barang bukti miras di dalam kios tersebut.

Dari dua kios tersebut, Polisi mengamankan ratusan botol miras berbagai merk dan jenis, serta sejumlah drum minuman tradisional tuak. polisi pun menutup secara permanen dua kios ini.

Seorang warga setempat, ay, mengaku sangat resah dengan keberadaan kios yang menjual miras di wilayah dekat pemukimannya. Warga setempat pernah memprotes pemilik kios penjual miras yang sudah beroperasi selama lima tahun lebih tersebut. Namun, protes warga dihiraukan, dan transaksi jual beli miras tetap  berlangsung.

Kapolres Bandung, AKBP Indra Hermawan mengatakan, pihaknya masih menyelidiki keterlibatan dua kios tersebut, dengan sebelas korban meninggal.

Pihaknya juga menegaskan, akan memerangi segala bentuk pelanggaran hukum di wilayahnya, terutama penyakit masyarakat yakni penjualan minuman keras, yang bisa berdampak negatif bagi para peminumnya.

Hingga Minggu sore, korban tewas akibat miras oplosan mencapai sebelas jiwa. Sepuluh warga lainnya masih dirawat intensif di ruang instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah Cicalengka. Satu orang dirujuk ke RSHS Bandung, dan lima lainnya sudah diperbolehkan pulang.

Rezytia Prasaja, Bandung TV.