Polri Akan Panggil Paksa Pengacara Djoko Jika Kembali Mangkir Dari Panggilan

2

BISNIS BANDUNG – Anita Dewi Anggraeni Kolopaking, pengacara Djoko Soegianto Tjandra diancam dipanggil paksa jika tidak muncul dalam panggilan kedua sebagai tersangka di Mabes Polri, Jumat (7/8/2020) pekan ini.

“Ia akan dipanggil kedua hari Jumat. Kalau tidak datang memenuhi panggilan kedua,  kami akan melakukan upaya paksa penangkapan,” kata Dit Tipidum Brigjen Ferdy Sambo , Rabu (5/8/2020).

Anita telah dijadikan tersangka dengan jeratan Pasal 263 ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu.Ia juga dijerat Pasal 223 KUHP yakni barangsiapa dengan melepaskan atau memberi pertolongan kepada orang yang ditahan atas perintah penguasa umum, atas putusan atau ketetapan hakim.

Sebelumnya, Anita telah diperiksa penyidik Bareskrim sebanyak tiga kali sebagai saksi , pada Selasa (21/7/2020), Rabu (22/7/2020), dan Kamis (23/7/2020) .

Anita juga telah dicegah ke luar negeri sejak 22 Juli 2020 dan 20 hari berikutnya setelah Bareskrim mengirim surat ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta.

Anita akan diperiksa pihak Bareskrim , Selasa (4/7/2020) . Namun dia tak datang dan bermanuver mencari perlindungan ke LPSK. Pengacara Djoko Soegianto Tjandra tersebut tidak muncul dalam panggilan pertamanya sebagai tersangka di Mabes Polri.

“Sampai dengan pukul 13.00 WIB, yang bersangkutan tidak dapat hadir,” kata Karopenmas Polri Brigjen Awi Setiyono lewat video telekonferensi, Selasa sore.

“Tanggal 3 dan 4 Agustus 2020 yang bersangkutan ada kegiatan terkait dengan permintaan keterangan dari LPSK yang waktunya bersamaan,” lanjut Awi. Penyidik akan melayangkan surat panggilan kedua kepada Anita Kolopaking.  Anita Kolopaking telah dijadikan tersangka dengan jeratan Pasal 263 ayat (2) KUHP terkait penggunaan surat palsu, juga dijerat Pasal 223 KUHP yaitu barangsiapa dengan melepaskan atau memberi pertolongan kepada orang yang ditahan atas perintah penguasa umum, atas putusan atau ketetapan hakim.

Sebelumnya, Anita Kolopaking telah diperiksa penyidik Bareskrim sebanyak tiga kali sebagai saksi yaitu Selasa (21/7/2020), Rabu (22/7/2020), dan Kamis (23/7/2020).

Anita Kolopaking juga telah dicegah ke luar negeri sejak 22 Juli 2020 dan 20 hari berikutnya setelah Bareskrim mengirim surat ke Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Soekarno-Hatta.

Bila  Anita  ditahan akan ditempatkan di rumah tahanan Bareskrim bersama tersangka lain kasus Djoko Tjandra yakni , Brigjen Prasetijo Utomo (yang mengeluarkan surat), Djoko Tjandra (klien Anita). Brigjen Prasetijo dan Djoko  sudah lebih dulu menempati sel di tahanan Bareskrim. (B-003) ***