Presiden Jokowi Menunjukan Kekesalannya Proyek Pemerintah Dan BUMN Masih Gunakan Bahan Impor

140

BISNIS BANDUNG – Presiden Joko Widodo menunjukkan kekesalannya terhadap produk asing. Dia menyindir proyek pemerintah dan proyek BUMN yang masih menggunakan bahan-bahan impor.

Jokowi menegaskan bahwa dirinya selalu mengingatkan kementerian, lembaga dan BUMN untuk meningkatkan penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

“Komponen dalam negeri ini harus terus, jangan sampai proyek-proyek pemerintah, proyek BUMN masih memakai barang-barang impor. Kalau itu bisa dikunci bisa menaikkan permintaan dalam negeri yang tidak kecil, gede banget,” tuturnya dalam Peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII HIPMI 2021 di Istana Bogor, Jumat (5/3/2021).

Jokowi mengungkapkan , saat ini masih ada proyek pemerintah dan BUMN yang menggunakan pipa dari luar negeri. Padahal Indonesia sudah memiliki produsen pipa.

“Pipa kita sudah bisa produksi banyak, tapi masih impor, untuk apa? Padahal dipakai untuk proyek pemerintah, proyek-proyeknya BUMN. Kalau saya ngomong itu nggak boleh loh pak, nggak boleh. Itu harus dimulai dan kita harus benar-benar memulai. Paling tidak dari pemerintah dan BUMN gede sekali angkanya,” ungkapnya tegas.

Jokowi berharap seruan cinta dan bangga produk Indonesia serta membenci produk asing setidaknya harus dilakukan oleh pemerintah dan BUMN.

“Kemudian ajakan kepada masyarakat untuk cinta dan bangga terhadap produk Indonesia dan tidak suka pada produk-produk dari luar,” tambahnya. Di tempat terpisah  Presiden Joko Widodo  kembali meminta agar mendorong kampanye benci produk luar negeri atau produk asing. Ia ingin seluruh pemangku kepentingan untuk menggaungkan cinta produk Indonesia.

“Branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri. Karena penduduk Indonesia, berjumlah lebih dari 270 juta jiwa. Seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk sendiri,” saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga :   Hurianti Vidyaningtyas, ST. MT., Tidak Ada Pesaing Rejeki Ada yang Mengatur

Menurutnya 270 juta jiwa merupakan pasar yang sangat besar bagi sebuah negara. Pasar tersebut harus dijaga agar tidak dikuasai oleh produk-produk asing. Oleh karena itu Jokowi meminta untuk kembali digaungkan cinta produk Indonesia ditambah  dengan benci produk asing.

“Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia harus terus digaungkan. Produk-produk dalam negeri gaungkan! Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri,” Jokowi menegaskan. (B-003) ***