Presiden Jokowi Minta Jajarannya Tidak Mengendur Bekerja Tingkat Kesembuhan Pasien Covid 19 Terus Meningkat

42

BISNIS BANDUNG – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, tingkat kesembuhan Covid-19 di Indonesia terus meningkat hingga lebih dari 50%.

Diungkapkan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito, hingga 23 Juli 2020, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 52.164 kasus atau sebesar 55,7% dari jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 93.657.Grafik persentase tingkat kesembuhan terus menanjak naik hingga 23 Juli 2020.

Melihat hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta situasi krisis pandemi Covid-19  tidak boleh mengendur di jajarannya.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Pengarahan Kepada Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19, melalui virtual, Senin (27/7/2020). Meski beberapa pekan terakhir terjadi peningkatan kasus positif virus corona, namun angka kesembuhan pasien Covid-19 secara nasional mengalami peningkatan per – harinya.

Misalnya saja dalam sepekan terakhir, Indonesia terus melaporkan kasus kesembuhan Covid-19 yang cenderung meningkat.

Pada 19 Juli, Indonesia diketahui melaporkan kasus kesembuhan tertinggi sejak awal pandemi ini muncul, yakni sebanyak 2.133 pasien.

Kemudian, pada 22 Juli, Indonesia kembali mencatat penambahan kesembuhan pasien sebanyak 1.795. Kemudian satu hari setelahnya sebanyak 1.905 pasien. Lalu kembali melaporkan sebanyak 1.781 pada 24 Juli 2020.

Sementara pada Minggu (25/7/2020) kemarin, jumlah kesembuhan pasien Covid-19 cenderung menurun yakni sebanyak 1.301 kasus.

Darurat kesehatan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai virus Corona COVID-19 adalah darurat kesehatan yang paling parah selama ini. “COVID-19 adalah darurat kesehatan global paling gawat yang pernah dinyatakan oleh WHO,” kata Dr Tedros yang dikutip BB dari BBC.

Selain ada kondisi darurat kesehatan global lainnya , seperti Ebola, Zika, polio dan flu babi. Lebih dari 16 juta kasus virus Corona COVID-19 telah dilaporkan sejak Januari dan lebih dari 650.000 kematian.

“Ketika saya menyatakan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 30 Januari, ada kurang dari 100 kasus di luar China dan tidak ada kematian,” kata Dr Tedros.

“COVID-19 telah mengubah dunia kita. Ia telah menyatukan orang, komunitas dan bangsa serta membuat mereka terpisah,” tuturnya.

Jumlah total kasus virus Corona telah meningkat dua kali lipat dalam enam minggu terakhir. Meskipun dunia telah melakukan upaya besar dalam memerangi virus Corona, Dr Tedros mengungkap pandemi virus Corona masih jauh dari kata berakhir.

“Masih ada jalan panjang yang sulit di depan kita,” kata Dr Tedros.
Pada briefing hari Senin di Jenewa, Swiss, WHO menyebut,  pembatasan perjalanan tidak bisa menjadi jawaban untuk jangka panjang. Negara-negara harus berbuat lebih banyak untuk menghentikan penyebaran dengan mengadopsi strategi yang telah terbukti, seperti menerapkan jaga jarak dan mengenakan masker. (B-003) ***