Presiden Jokowi Tegur Luhut B Panjaitan Terlalu Banyak Memberi Angin Surga

21616

BISNIS BANDUNG – Pengamat politik Sya’roni menilai teguran Jokowi pada Luhut B Panjaitan dan Bahlil Lahada karena kedua menteri inilah yang memberi Jokowi banyak harapan.  Sya’roni  menyebut , keduanya terlalu banyak memberi angin surga ke Jokowi.

Dikethui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Luhut Binsar Panjaitan kena tegur Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia juga kena teguran.Presiden menegur keduanya saat sidang paripurna Kabinet, Senin (2/11/20).

Jokowi meminta baik Luhut maupun Bahlil meningkatkan investasi yang masuk ke Indonesia pada Kuartal IV.

“Saya sudah mewanti-wanti kepada Kepala BKPM dan Menko Marvesagar paling tidak di kuartal III ini bisa minus di bawah 5, tapi ternyata belum bisa,” ungkap Jokowi dilansir

Pengamat politik Sya’roni, menilai teguran presiden kepada keduanya wajar-wajar saja.

Sya’roni menyebut,  jika kedua menteri inilah yang memberikan Jokowi banyak harapan. “Terlalu banyak surga ke Jokowi,” unhkap Sya’roni,. Selasa (3/11/2020)

Sya’roni yang merupakan Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) ini mengatakan , adanya investasi yang tak jadi masuk ke Indonesia.

Antara lain,  investasi kilang minyak dari Timur Tengah yang digadang-gadang angkanya mencapai 30 miliar dolar AS, hingga investasi dari Softbank senilai 100 miliar dolar AS yang sejauh ini tidak diketahui nasibnya .

“Ternyata bodong dan hanya angin surga  untuk nina bobokan Jokowi,” kata Sya’roni menambahkan

Ambil kekuasaan ?

Sementara itu  PDI Perjuangan meminta Presiden Joko Widodo berhati-hati dengan manuver-manuver politik para menterinya  di Kabinet Indonesia Maju.

Pasalnya, dalam satu tahun pemerintah Jokowi, diduga sudah terlihat adanya permainan dari para pembantu presiden.

Dua Burunan Kelas Kakap Sudah Tertangkap Harun Masiku Buronan KPK Masih Misterius

“Sudah harus siapkan nama-nama pengganti menteri yang dianggap tidak loyal. Lebih baik diganti ketimbang menggerogoti dari dalam, bahkan bisa menelikung dengan cara mengambil alih kekuasaan di tengah jalan. Hati-hati kudeta merangkak. Ingat sejarah,” kata politikus PDI Perjuangan, Darmadi Durianto, kepada wartawan di Jakarta, Sabtu pekan lalu.

“Jangan lengah. Tidak tertutup kemungkinan ada manuver-manuver politik dari beberapa pembantu Jokowi demi kepentingan jangka panjang (Pilpres),”ungkap Darmadi.

Untuk itu,lanjut Darmadi, harus bergerak cepat untuk segera mengganti para menteri yang sudah terlihat ada gelagat tidak baik dan hanya mementingkan pribadi dan kelompoknya. Dalam arti, Jokowi harus segera melakukan evaluasi secara berskala kepada para menterinya.

“Per tiga bulan bila perlu mesti ada review secara ketat. Review diperlukan sebagai upaya mengidentifikasi adanya kepentingan-kepentingan yang diam-diam menyelinap ke istana tanpa diketahui pak presiden. Jangan menunggu sesuatu terjadi tapi kita harus waspada dan antisipasi,” ujar Darmadi , anggota Komisi VI DPR ini. (B-003) ***