Prestasi Siswa Indonesia pada Ajang Lomba Penelitian ICYS 2021

38

Sebanyak 6 penelitian siswa Indonesia berkompetisi di lomba penelitian International Conference of Young Scientists 2021  yang berlangsung pada tanggal 23-26 April 2021 secara online di Belgrade, Serbia, yang diikuti oleh 23 negara. Pada ajang ini Tim Indonesia berhasil meraih sebuah medali emas yang dipersembahkan oleh Carina Jane Winoto dari SMA Cita Hati East, Surabaya, dengan penelitian berjudul “Theobroma cacao: The Novelty of Biopackagings” di bidang Environmental Science, yang sekaligus mendapatkan penghargaan Best Poster. Sebuah medali perak direbut oleh pasangan Elizabeth Andrea Yusuf dan Kelila Karenza Kumala dari SMA Santa Laurensia, Tangerang, untuk penelitian di bidang Life Sciences yang berjudul “Antioxidant and Anti-Inflammatory Potential of Microcrystalline Cellulose (MCC) from Nata de Coco as Alternative Raw Material for Hernia Mesh”. Riset ini juga berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Best Poster. Medali perunggu dipersembahkan oleh Angeline Sharon, siswa SMA Merlion Surabaya melalui penelitiannya di bidang Computer Science dengan judul “The Implementation of Non-Linear Anisotropic Diffusion for Image Reconstruction in CT Scan”. Penghargaan Best Poster juga diberikan kepada riset di bidang Mathematics berjudul “Fractal Dimension Model of Virus Nanostructure for Fatality Rate Projection” yang dibuat oleh Nicole Charmayne Ilham dan Kayven Claus Satrio dari SMA Cita Hati West Surabaya. Dua buah penelitian lain dalam Tim Indonesia berjudul “Finding The Best Site for an Equatorial Observatory in Indonesia” bidang Physics oleh Kaladeo Petrananda dari PKBM Piwulang Becik Salatiga dan “Exploring Types of Tofu by Fractal Dimension” di bidang Mathematics oleh pasangan Jesselyn dan Ella Yovita Suwibowo dari SMA Cita Hati East Surabaya.

Tim Indonesia untuk lomba ICYS ini dibentuk melalui perjalanan panjang dari lomba tingkat provinsi, nasional, dan internasional, yang berlangsung dari bulan Juli hingga November 2020. Jumlah peserta yang mengikuti sistem lomba berjenjang ini sebanyak 1538 siswa yang membawakan 919 judul penelitian. Tim Indonesia yang tersaring selanjutnya dibina oleh Center for Young Scientists selama 3 bulan dengan tenaga ahli dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, dan Bandung Fe Institut. Setiap tahun lomba ini diselenggarakan  di 15 provinsi di tanah air oleh Center for Young Scientists dengan tujuan untuk meningkatkan iklim penelitian di jenjang sekolah menengah, dan mebangun kreatifitas, keberanian dan kejujuran di dalam diri siswa melalui penerapan metoda ilmiah pada penelitian. Diharapkan lebih banyak lagi peneliti belia terbentuk di Indonesia, guna mempersiapkan generasi penerus yang unggul dan cerdas.

Baca Juga :   Memulai Usaha dan Mengangkat Nama Kopi Bajawa

Denpasar, 28 April 2021