Produksi Alas Kaki Domestik Anjlok Ekspor Naik

7
Produksi Alas Kaki Domestik Anjlok Ekspor Naik

BISNIS BANDUNG— Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia, Firman Bakri mengemukakan, saat ini, kapasitas produksi sepatu/alas kaki di tanah air, total produksi 1,09 miliar pasang dengan rincian produksi ekspor mencapai 406 juta pasang, sedangkan produksi untuk pasar domestik mencapai 688 juta pasang.

Secara keseluruhan karena imbas dari Covid-19 produksi mengalami penurunan. Namun untuk ekspor mengalami peningkatan 7%.  Jika dibandingkan dengan tahun lalu/periode yang sama, untuk ekspor mengalami peningkatan 7%, untuk pasar domestik terpukul berat tapi angkanya belum ada.

Menurut Firman Bakri, yang menyebabkan kapasitas produksi ekspor mengalami kenaikan karena adanya komitment buyer untuk meningkatkan order pada 2020 yang lalu.

Sementara untuk Pasar domestik mengalami penurunan karena adanya tekanan dari Covid-19. Ketika terjadi Covid aktivitas manusia terganggu kemudian pasar juga terganggu. Ketika pasar retail terganggu order ke pabrik pun mengalami penurunan. “Kapasitas produksi sepatu/alas kaki saat ini mampu memenuhi kebutuhan alas kaki/sepatu dalam negeri.

“Kebutuhan/kapasitas ekspor sepatu/alas kaki mmasih terus meningkat. Kebutuhan sepatu/alas kaki untuk ekspor menyesuaikan dengan kebutuhan Buyer”, ungkapnya kepada Bisnis Bandung ,  Senin.

Selama ini buyer ekspor alas kaki masih berkomitmen kuat, sehingga tidak ada terjadi pembatalan order. Mungkin sebagian ada yang terjadi penundaan karena perusahaan importir di negara tujuan juga terkena dampak  Covid.

Indonesia saat ini, tidak ada kebijakan mengalihkan pasar ekspor dari kenegara tertentu, pasalnya ekspor masih berjalan dan demand terbesar masih berasal dari pasar tradisional alas kaki Indonesia. Mungkin perubahannya kalau ada kesepakatan negosiasi ekonomi (perdagangan) dengan negara tujuan ekspor. Misalnya dengan Indonesia – Australia CEPA, Indonesia – EFTA CEPA dan lain-lain.

Saat ini industri alas kaki berorientasi ekspor masih berproduksi dengan kapasitas yang masih bagus. Basis industri ekspor untuk alas kaki ada di Banten, Jateng dan Jabar. Pesaing utama masih China dan Vietnam.

“Untuk efisiensi biaya produksi sebagian perusahaan telah merelokasi produksinya ke Jawa Tengah dan sebagian Jabar seperti Majalengka”, pungkasnya. (E–018)***